Innalillah, Kabar Duka Datang dari Dalai Lama

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Berita duka datang dari pemimpin spritual Budha Dalai Lama. Biksu bijaksana berusia 83 tahun tersebut kini sedang dirawat di rumah sakit di Delhi karena infeksi paru.

Meski sedang dirawat, ajudan pribadi Dalai Lama berkata kondisi kesehatan sang biksu kini dalam keadaan stabil.

Biksu bernama asli Tenzin Gyatso ini sempat mengalami rasa tidak nyaman dan kondisi lemah, sehingga harus diterbangkan ke Delhi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil diagnosis dokter adalah infeksi paru. Beliau akan berada di rumah sakit selama dua atau tiga hari,” kata Sekretaris Pribadi Dalai Lama, Tebnzin Taklha, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu 10 April 2019.

Gyatso adalah Dalai Lama ke-14 dari generasinya. Ia sempat memimpin pemberontakan melawan penguasa Cina saat Tibet diduduki. Ia lalu melarikan diri ke India pada 1959 dan tinggal di pengasingan di Kota Dharamshala.

Warga Tibet mengaku berat jika harus kehilangan Dalai Lama. Mereka khawatir, perjuangan panjang selama ini melawan Cina untuk otonomi Tibet akan berakhir.

Dalai Lama sadar usianya kian menua dan kian dekat dengan kematian. Ia pun pernah berpesan kepada pengikutnya, jika meninggal dunia, maka penerusnya berasal dari India.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini