Gegara Komentar Jerinx Soal Teori Konspirasi, Nora Alexandra Dituding Transgender

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nora Alexandra tampaknya harus ikut menanggung imbas dari sikap sang suami yang kritis terhadap pandemi Covid-19 di Indonesia.

Seperti diketahui, belakangan ini Jerinx begitu vokal menyuarakan bahwa masalah pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia adalah buah teori konspirasi yang di dalamnya melibatkan sejumlah “pelaku besar” mulai dari WHO hingga miliarder Bill Gates.

Buntut dari pernyataan-pernyataan keras Jerinx SID itu, Nora Alexandra pun akhirnya ikut jadi sasaran. Seorang netizen menyebut lantangnya Jerinx disebabkan tak bisa membedakan istrinya seorang perempuan atau laki-laki.

Nora dituding sebagai transgender. Melihat ini, Nora pun langsung bereaksi keras.

“Fitnah tanpa bukti dan modal katanya, ayo yang tahu dalang di balik akun ini monggo kasih tahu Nora. Saya perempuan asli enggak terima difitnah transgender. Apalagi fitnahan ini dia lontarkan di kolom komentar orang, saya enggak main-main dengan orang ini ini, seenaknya fitnah tanpa bukti akurat,” tulis Nora, dikutip Jumat, 29 Mei 2020.

Tak terima dengan fitnahan tersebut, Nora pun menantang si netizen untuk mengecek langsung ke dokter kandungan tempatnya biasa berkonsultasi.

“Transgender dari mana? Ngomong enggak pakai fakta akurat dan cuma pakai ‘katanya’ yang ‘katanya’ aja enggak ada bukti, silahkan tanya ke dr Anom Suardika, SPOG yang bertugas di rumah sakit BROS Hospital. Jika benar saya transgender enggak mungkin cek rahim, cek kandungan, gobloknya kok mendaging. Enggak suka sama orang kok fitnah-fitnah!” tegasnya.

“Gih, silahkan datang di hari Selasa/Sabtu jam 17.00-20.00 WITA tanya gini ke dokternya. ‘Dok, Nora punya rahim enggak? Dok, Nora program hamil enggak?’ Biar malu kau fitnah saya transgender,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini