Riau 3 Hari Tanpa Corona, 77 Pasien Dinyatakan Sembuh

Baca Juga

MATA INDONESIA, RIAU – Di Provinsi Riau, dalam tiga hari terakhir tak ada ditemui satupun kasus baru positif corona atau Covid-19. Ajaibnya, 77 orang telah dinyatakan sembuh dari virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliana Nazir menyatakan, saat ini jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di daerahnya masih 111 kasus.

Rinciannya, ada 28 pasien yang saat ini masih dirawat, 77 dinyatakan sembuh total, dan sudah enam orang meninggal dunia. Satu pasien sembuh terbaru berinisial RAH berusia 13 tahun dari Kabupaten Pelalawan.

“Pasien sudah dinyatakan sembuh dan sudah pulang ke rumah yang bersangkutan,” kata Mimi, Rabu 27 Mei 2020.

Sedangkan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dirawat berjumlah 100 orang. Jumlah PDP terkonfirmasi negatif Covid-19 ada 1.054 orang dan sudah dipulangkan, dan yang meninggal dunia 150 orang.

Kemudian jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 6.919 dan yang sudah selesai pemantauan 59.558 orang.

Gubernur Riau Syamsuar menyatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi pelaksanaan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang sedang diberlakukan di enam kabupaten/kota, yakni Pekanbaru, Dumai, Kampar, Pelalawan, Siak, dan Bengkalis.

“Kita akan melakukan rapat dengan kabupaten/kota yang menerapkan PSBB, apakah akan berlanjut PSBB atau tidak,” ujar Gubernur Riau.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini