LIPI: Butuh Belasan Tahun Temukan Vaksin Covid19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vaksin untuk Covid19 kemungkinan baru belasan tahun lagi ditemukan. Maka, masyarakat harus siap hidup dalam kondisi “normal baru” berdampingan dengan penyakit itu.

“Pengalaman menunjukkan vaksin itu bisa ditemukan belasan tahun, dan belasan tahun juga bisa tidak terjadi apa-apa, tidak muncul juga,” ujar Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko di Jakarta, Rabu 20 Mei 2020.

Handoko menegaskan hingga kini belum ada satu pun negara yang mengklaim telah menemukan vaksin Covid19.

Hal itu, juga dilakukan Pemerintah Indonesia yang terus berupaya untuk mengembangkan vaksin tersebut.

Handoko juga menegaskan masyarakat tidak perlu ketakutan luar biasa, tetapi harus lebih terbiasa hidup bersih.

Bukan cuma Covid19, bahkan HIV hingga malaria sekalipun belum ditemukan, tetapi manusia bisa hidup bersama penyakit tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penguatan Tata Kelola Komoditas melalui Danantara

Oleh: Nur Utunissa*Penguatan tata kelola komoditas nasional kembali menjadi fokus penting dalam arahpembangunan ekonomi Indonesia. Di tengah dinamika perdagangan global yang semakinkompetitif, pemerintah mulai mendorong sistem pengelolaan sumber daya alam yang lebihterintegrasi, transparan, dan berorientasi pada kepentingan nasional. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi perhatian adalah penguatan peran Danantaradalam pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Kebijakan ini dipandang sebagai upayamemastikan kekayaan sumber daya alam benar-benar memberikan manfaat optimal bagipembangunan nasional, penguatan devisa, serta ketahanan ekonomi jangka panjang.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam tata niagakomoditas. Sebagai salah satu eksportir utama batu bara, minyak sawit, dan mineral strategislainnya, Indonesia memiliki posisi penting dalam rantai pasok global. Namun, besarnya potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak maksimalterhadap penerimaan negara maupun penguatan ekonomi domestik. Pemerintah melihat masihadanya celah dalam pengawasan transaksi perdagangan, termasuk persoalan ketidaksesuaianpencatatan nilai ekspor, lemahnya kontrol devisa hasil ekspor, hingga praktik transfer pricing yang merugikan kepentingan nasional.Dalam kerangka memperkuat pengawasan tersebut, Badan Pengelola Investasi Danantaramembentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia guna memperbaiki tata kelola eksporkomoditas strategis nasional sekaligus mencegah praktik perdagangan ilegal. Kehadiranperusahaan baru ini diproyeksikan menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kontrolnegara terhadap arus perdagangan sumber daya alam yang selama ini menjadi salah satupenopang utama perekonomian nasional.Pemerintah juga menunjuk mantan direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Luke Thomas...
- Advertisement -

Baca berita yang ini