Awas, Jakarta Bakal Diguyur Hujan Petir Hari Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Untuk warga DKI Jakarta, waspada cuaca tak bersahabat pada hari ini, Rabu 20 Mei 2020. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan disertai petir yang mengguyur sebagaian wilayah ibu kota.

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dengan durasi singkat di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada sore hari,” tulis BMKG di lama resminya.

Hujan diprediksi turun dalam skala ringan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang hingga sore hari. Sementara pagi diprediksi cerah berawan.

Sementara Jakarta Pusat, BMKG memprediksi akan terjadi hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari, termasuk di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Sedangkan pada malam hingga dini hari langit Jakarta didominasi cerah berawan di semua wilayah. Untuk suhu rata- rata di wilayah Jakarta mencapai 25-34 derajat Celcius.

Secara rinci, Jakarta Pusat 26-33 derajat Celcius, Jakarta Barat 25-34 derajat Celcius, Jakarta Selatan 25- 34 derajat Celcius, Jakarta Timur 25-34 derajat Celcius, Jakarta Utara 26-33 derajat Celcius dan Kepulauan Seribu 27-33 derajat Celcius.

Kelembapan udara di seluruh wilayah DKI Jakarta berkisar 85-95 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini