Siap-siap! Kelakuan Ji Chang Wook & Kim Yoo Jung Bakal Bikin Ngakak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ji Chang Wook dan Kim Yoo Jung main bareng dalam drama terbaru SBS yang berjudul ‘Convenience Store Saet Byul’. SBS baru-baru ini merilis momen para pemain saat pembacaan naskah perdana drama tersebut.

Diangkat dari webtoon dengan judul sama, ‘Convenience Store Saet Byul’, drama ini akan mengisahkan pemilik toko bernama Choi Dae-hyun (Ji Chang-wook) dan pegawai paruh waktu Jung Saet Byul (Kim Yoo-jung).

Keduanya akan mengalami cinta tak terduga dari pemilik toko serba ada (toserba) dengan pekerja paruh waktunya. Choi Dae-hyun merupakan karakter yang pura-pura menyendiri tapi tak bisa tahan jika terkait Jung Saet-byul.

View this post on Instagram

Convenience Store Saet Byul First Script Reading ?❤ Coming soon on June 12, 2020 ? and takes after "The King: Eternal Monarch" . Plot by AsianWiki : Choi Daehyun (Ji Changwook) runs into a group of female high school students, including Jung SaetByul (Kim Yoojung). The girls look like troublemakers. Jung Saetbyul asks Choi Daehyun to do an errand for them, which is to buy cigarettes from a convenience store. Choi Daehyun buys the cigarettes for them and Jung Saetbyul gets his cellphone number, but never gets a call from her. 4 years later, Daehyun is now 33 years old. He runs a small convenience store after he quit his job at a large company. He is looking for a part-timer worker to work at night shift at his convenience store. Saetbyul comes to his store and soon starts to work there. She is not a troublemaker anymore and is now a university student and guided by her strong morals. Cast: Ji Changwook as Choi Daehyun Kim Yoojung as Jung Saetbyul Do Sangwoo as Jo Seungjoon Han Sunhwa as Yoo Yeonjoo

A post shared by ?? KOREAN DRAMAS (한국 드라마) ?? (@k.dramas_) on

Drama dengan genre komedi romantis itu sudah memulai pembacaan naskah yang berlangsung sangat seru. Ji Chang-wook disebut membuat banyak orang tertawa dengan akting komikal yang tak terduga.

Dari foto-foto yang beredar serta orang yang ada di lokasi tersebut, mengatakan, Ji Chang Wook sukses membuat semua orang tertawa dengan kemampuan aktingnya untuk memerankan Choi Dae Hyun.

Sementara Kim Yoo Jung juga disebut menghidupkan karakter Jung Saet Byul yang liar dan tak terduga, memberikan karakter dengan pesona yang tak tertahankan, membuat semua orang yang ikut membaca naskah jatuh cinta padanya.

Aktor lain yang hadir di pembacaan naskah itu antara lain mantan anggota gilrband Secret, Han Sun-hwa, mantan personel Secret akan berperan sebagai kekasih Ji Chang-wook, Solbin LABOUM sebagai adik Kim Yoo-jung, aktor Lee Byung-joon sebagai ayah Ji Chang-wook, dan Woo-hyun akan menjadi pemilik restoran di lingkungan mereka.

Setelah pembacaan naskah, sutradara Lee Myung Woo memberikan pernyataannya tentang pemeran dalam drama tersebut.

“Setelah melihat karakter dalam naskah dihidupkan, saya menjadi sangat antusias dan menantikan (bekerja dalam drama). Saya sekarang percaya bahwa Convenience Store Saet Byul akan menjadi drama yang memberi banyak energi positif bagi orang-orang,” ujarnya.

Produser dari drama mengatakan, drama ini berlatar tentang toserba yang bisa dengan mudah ditemukan orang dalam kehidupan sehari-hari mereka.

“Kami berencana untuk membuat drama yang berkaitan dengan manusia yang mengantarkan baik itu tawa segar dan emosi,” ucapnya.

Buat yang penasaran, drama ini akan tayang perdana pada 12 Juni 2020 pukul 22.00 KST menggantikan jam tayang The King: Eternal Monarch.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini