Rupiah Diprediksi Buka Awal Pekan dengan Penguatan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS diramalkan akan membuka akhir pekan, 27 April 2020 dengan penguatan. Jumat lalu, rupiah ditutup pada posisi Rp 15.400 per dolar AS atau menguat 0,10 persen.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim pun memprediksi laju rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.360 hingga Rp 15.510 per dolar AS.

Ia mengatakan, penguatan mata uang garuda masih akan dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang melarang semua warga negara Indonesia untuk mudik. Apabila melanggar akan mendapatkan denda yang begitu besar dan Pidana 1 tahun.

“Ini membawa angin segar tersendiri bagi mata uang garuda karena masyarakat mengikuti kebijakan pemerintah sehingga pasar kembali bergairah. Alhasil arus modal asing kembali masuk pasar valas dan obligasi,” ujarnya Jumat sore.

Selain itu, laju rupiah juga dipengaruhi oleh kebijakan dari Bank Indonesia (BI). Kebijakan bauran yang diterapkan bersama-sama dengan pemerintah membawa perubahan yang drastis terhadap kepercayaan pasar. “Apalagi saat ini masih berlangsung penjualan SUN di pasar Internasional yaitu bursa Singapura dan Bursa Frankfrut,” kata Ibrahim.

Sementara dari luar negeri, laju rupiah akan dipengaruhi oleh angka pengangguran AS yang terus meningkat.
Hingga Jumat lalu, sesuai data dari Departemen Tenaga Kerja AS, angka pengangguran AS sudah bertambah menjadi 4,427 juta orang. Bahkan total angka pengangguran selama lima minggu terakhir mencapai 26,5 juta pengangguran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini