Ngeri! Pria Ini Alami Pengalaman Mistis saat Nginap di Hotel Bandung

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini ungghahan video akun Instagram @vikyveovinza menjadi sorotan netizen. Pasalnya, pria yang diketahui bernama Viky Veovinza itu mengunggah pengalaman mistisnya saat menginap di salah satu hotel di daerah Bandung.

Video itu mulanya diunggah di akun TikTok dengan username yang sama, kemudian ia unggah lagi di Instagram. Isi video menampilkan sebuah laptop yang ada di atas meja yang diduga sedang di otak-atik makhluk halus.

Dalam keterangan yang ada di video, Viky menuliskan bahwa awalnya laptop tersebut dalam keadaan mati. Namun, saat dirinya sedang main handphone, laptopnya nyala sendiri.

BACA JUGA: 4 Kisah Hantu Cantik Tanah Air, Berani Ketemu?

“Guys, kejadian ini gue alami di salah satu hotel daerah Bandung. Intinya laptop mati tiba tiba kaya ada yang nyalahin, dan seakan akan ada yang mainin dan bermaksud mau berkomunikasi atau memberitahu keberadaannya. Kunci utama gue berani adalah berdoa,” tulis Viky dalam keterangan unggahan dikutip Rabu 15 April 2020.

Awalnya ia berpikir bahwa laptopnya eror. Tetapi menurutnya hal itu tidak mungkin terjadi mengingat laptopnya masih baru dan sedang dalam kondisi mati.

Dalam video itu terlihat, layar laptop tersebut tertuju pada situs pencarian “Google”. Terluihat pula ia membuka Window baru dengan latar berwarna hitam yang kemudian tertutup kembali.

Lebih lanjut Viky mengungkapkan bahwa banyak netizen yang berpikir ia membuat settinggan alias video tersebut dibuat-buat. Ia pun kemudian membantahnya.

“Di Tik Tok banyak yg komen kalo kejadian itu dibuat buat, misal pake aplikasi remote, mouse wireless, aplikasi viewers atau spekulasi lain lain yg gue sendiri gak tau ada aplikasi macam itu, tapi perlu dijelaskan kalo saat itu emang ga dibuat buat. Mungkin kalian pernah ngalamin hal yang sama? Share!
Sengaja postingnya pagi pagi ?,” kata dia.

BACA JUGA: Nostalgia Netizen Lihat Penampakan Seram di Televisi, Anak 90-an Pasti Tahu!

Unggahan itu pun mendapat beragam komentar dari netizen. Misalnya akun @_eb**ey yang menuliskan, “Biasa, cari perhatian pengen dianggap “hey saya ada disini juga loh”.

“Klo laptop posisinya hidup sih bisa aja pke teamviewer di hack am orng lain,tapi ini posisinya laptop mati??,” tulis @indra__lu**ana.

“Hotel di bandung aku pernah alamin yg serem itu hotel savoy kak.. Itu pas malam kamar hotel kunsering diketok ketok dan aku intip gak ada orang begitu..,” kata @o**ngoke.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini