Kabar Duka Datang dari Pele

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kabar duka datang dari legenda sepak bola dunia Pele. Bintang sepak bola Brazil itu dikabarkan masuk rumah sakit pada Selasa malam, 2 April kemarin.

Pele diduga menderita penyakit demam tinggi. “Namun kondisi penyakitnya tidak mengancam jiwanya,” demikian laporan RMC seperti dikutip Reuters, Kamis 4 April 2019.

Sebelum sakit, pria yang kini berusia 78 tahun itu berada di Paris untuk menghadiri sebuah acara yang juga dihadiri pemain muda anggota tim juara dunia Prancis Kylian Mbappe. Seorang perwakilan dari Pele di Brazil belum dapat dihubungi untuk dimintai komentarnya.

Hingga Rabu petang waktu Paris Pele masih berada di rumah sakit, diperkirakan sedang proses pemulihan. Pele sempat menuliskan status pada akun Twitter.

Pele mengatakan, “Saya tadi malam bertemu Kylian Mbappe dan orang tuanya di Paris di acara @Hublot. Kami bicara soal gol-gol, Piala Dunia dan jam tangan.”

Sebelumnya Mbappe melalui media sosial mengatakan, “Saya malam ini mendapat kesempatan sekali seumur hidup bertemu dengan seorang legenda hidup @Pele,”

Pele, yang sering disebut sebagai pemain sepal bola terbaik sepanjang masa, telah tiga kali merasakan meraih trofi Piala Dunia, yang pertama ketika masih berusia 17 tahun. Sementara itu Mbappe (19 tahun) pada Piala Dunia 2018 menjadi pemain termuda yang mencetak gol di pesta sepak bola sejagat itu setelah Pele di tahun 1958

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini