Lagi Hits Drakor ‘The World of The Married’, Angkat Isu Pelakor yang Bikin Greretan

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Drama Korea ‘The World of Married’ semakin diminati penonton. Drama yang dibintangi oleh aktris Kim Hee Ae dan aktor Park Hae Joon ini terus meraih rating tinggi selama penayangannya.

Episode terbaru The World Of The Married yang tayang pada 11 April berhasil mencetak rating 18,8 persen untuk penonton Korea Selatan dan 21,4 persen untuk rating di wilayah Seoul. Perolehan ini meningkat jauh hingga lebih dari 4 persen dari episode minggu lalu.

Sejak tayang perdana, The World Of The Married memang sudah mencuri perhatian dan selalu berhasil mencetak rating tinggi. The World Of The Married juga membuat sejarah sebagai drama Korea JTBC yang meraih rating tertinggi di episode pertama.

‘The World of Married’ mengangkat tentang isu perselingkuhan yang diadaptasi dari serial asal Inggris Doctor Foster. Drama ini menceritakan kehidupan Ji Sun woo, seorang istri sekaligus dokter handal yang ditipu suami serta orang-orang terdekatnya.

Kehidupan Ji Sun Woo pun terlihat sempurna. Ia memiliki seorang putra yang baik, karier yang bagus, dan keluarga yang harmonis. Namun semuanya itu hancur saat ia mengetahui suaminya, Lee Tae Oh selingkuh.

Lee Tae oh sendiri merupakan seorang businessman yang punya usaha di bidang dunia hiburan. Ia bermimpi menjadi seorang sutradara film terkenal. Lee Tae oh sebenarnya sangat mencintai istrinya, namun ia terjerumus dalam hubungan perselingkuhan dengan seorang wanita muda.

Drama tersebut berpusat pada hal yang dilakukan sang istri ketika mengetahui pengkhianatan suaminya dan mulai merencanakan pembalasan dendam secara matang dengan tetap berkomitmen pada pekerjaannya.

Sutradara sekaligus penulis Mo Wan-il mengatakan bakal membuat The World of the Married lebih dalam daripada serial aslinya, Doctor Foster. Ia menambahkan rentetan ketegangan serta sejumlah adegan yang menggambarkan hubungan pernikahan sesungguhnya sesuai konteks budaya Korea.

“Mengubah itu menjadi versi Korea. Saya mencoba gali hubungan yang fokus pada percintaan, pernikahan, dan masalah pasangan yang telah menikah,” kata Mo Wan-il.

Perubahan yang dilakukan Mo Wan-il tersebut menarik perhatian Kim Hee-ae dan membuatnya setuju bergabung dalam drama The World of the Married.

“Ketika saya pertama kali melihat naskah akhir yang sangat terasa Korea, saya tak bisa memikirkan dan membayangkan lagi versi aslinya,” tutur Kim Hee-ae.

Perubahan-perubahan dan penggambaran riil hubungan pernikahan tersebut membuat episode 1-6 The World of the Married mendapatkan rating R atau dewasa. Mo Wan-il menegaskan rating tersebut diberikan bukan karena adegan sensual namun karena penggambaran emosi yang begitu nyata.

The World of the Married bisa disaksikan setiap Jumat dan Sabtu malam di jTBC.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini