Ashraf Sinclair dan Glenn Fredly Pergi, BCL: Banyak Sekali Kehilangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah Ashraf Sinclair meninggal dunia pada 18 Februari 2020 lalu, Bunga Citra Lestari (BCL) memang seperti vakum dari media sosial. Di momen ulang tahunnya 22 Maret lalu, ia pun mengunggah Instagram Story.

“I know i havent post anything lately. Karena sejujurnya masih belum bisa. But on this special day, my birth day, i decided to post this,” tulisnya.

Sejak ditinggal Ashraf, BCL belum mengunggah apa pun di feeds Instagramnya. Namun, kepergian Glenn baru-baru ini membuat penyanyi 37 tahun ini membuat unggahan feeds untuk pertama kalinya sejak 14 Februari 2020.

BCL mengunggah sebuah potret gelap dengan sebuah pesan. Wanita 37 tahun ini mengatakan bahwa di tahu

“So many losses.. 2020 memang berbeda.. Lets take care of each other.. Lets love each other.. Nikmati moment yang dipunya.. Mencintai.. Memberikan kasih dengan orang yg dicinta.. Karena kita tahu, waktu sangatlah berharga.. Love, BCL,” tulisnya.

Selain unggahan itu, BCL juga membuat dua unggahan di Insta Story, pertama potret gelap tanpa tulisan dan yang kedua adalah potret kenangan manggungnya bersama Glenn.

Sebagai sesama musisi yang puluhan tahun bergelut di bidang yang sama. Tentu bukan sekali dua kali BCL dan Glenn pernah terlibat kerja sama. Tak heran, jika BCL pun merasa sangat kehilangan.

“Selamat jalan Glenn Fredly.. Sosok teman, seniman dan panutan .. Terima kasih untuk segala karya dan kebaikanmu.. Kekal kenanganmu .. Rest in love,” tulis BCL dalam unggahannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonomi Rakyat dan Rupiah: Kuat Lewat Kebijakan Stabilisasi yang Terukur

Oleh: Dhita Karuniawati )*Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta perubahan arah kebijakan moneter negara-negara maju, Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional. Namun, pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwafondasi ekonomi Indonesia relatif mampu bertahan dari berbagai tekanan eksternal. Salah satu faktor utama yang mendukung ketahanan tersebut adalah kebijakanstabilisasi ekonomi yang dijalankan secara terukur dan terkoordinasi.Stabilitas ekonomi bukan sekadar persoalan angka-angka makro seperti pertumbuhanekonomi, inflasi, atau nilai tukar rupiah. Di balik itu, terdapat kepentingan yang lebihbesar, yakni menjaga daya beli masyarakat, memastikan keberlangsungan usaha mikrodan kecil, serta menciptakan kepastian bagi dunia usaha. Oleh karena itu, setiapkebijakan ekonomi yang ditempuh pemerintah perlu memiliki orientasi yang jelasterhadap kesejahteraan rakyat.Nilai tukar rupiah sering kali menjadi indikator yang mendapat perhatian luas darimasyarakat. Ketika rupiah mengalami tekanan, dampaknya dapat dirasakan oleh berbagai lapisan ekonomi, mulai dari kenaikan harga bahan baku impor hinggameningkatnya biaya produksi. Sebaliknya, rupiah yang stabil memberikan ruang bagipelaku usaha untuk merencanakan kegiatan bisnis dengan lebih baik dan menjaga harga barang tetap terkendali.Dalam konteks inilah sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi sangat penting. Kebijakan fiskal yang adaptif mampu memberikan bantalan terhadap gejolakekonomi global, sementara kebijakan moneter menjaga stabilitas harga dan nilai tukar. Keduanya harus berjalan beriringan agar tujuan pembangunan ekonomi dapat tercapaisecara optimal.Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung mengatakan bahwa pemerintah telahmenyiapkan tiga strategi utama untuk menghadapi dinamika global. Strategi pertamaadalah mengarahkan belanja negara pada sektor yang lebih produktif guna mendorongpertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.Selain itu, pemerintah terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui penguatanadministrasi perpajakan dan reformasi sistem perpajakan. Langkah ini dilakukan agar ruang fiskal tetap terjaga dan mampu mendukung berbagai program prioritas nasional. Di sisi pembiayaan, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber pendanaan untukmengurangi risiko dari gejolak pasar keuangan global.Menurut Juda Agung, efektivitas strategi tersebut tercermin dari berbagai indikatorekonomi yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada pada...
- Advertisement -

Baca berita yang ini