Putin: Rusia Bakal Uji Coba Vaksin Corona kepada 300 Sukarelawan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Salah satu laboratorium di Rusia bakal memulai uji coba vaksin eksperimental virus corona kepada manusia. Hal itu disampaikan oleh Presiden Rusia, Vladimir Vladimirovich Putin.

Kepala Pusat Virologi dan Bioteknologi Vector, Rinat Maksyutov mengatakan laboratoriumnya mengusulkan uji klinis fase pertama dari tiga jenis vaksin pada 180 sukarelawan, mulai 29 Juni 2020.

Dalam pertemuan secara virtual bersama Putin dan para kepala pusat penelitian terkemuka, Maksyutov memaparkan perkembangan misi tersebut.

“Kelompok-kelompok sukarelawan telah dibentuk,” kata Maksyutov dikutip dari AFP, menambahkan bahwa banyak orang ingin mengambil bagian dalam percobaan tersebut. “Kami telah menerima lebih dari 300 pendaftaran.”

Para ilmuwan di kompleks laboratorium rahasia yang berlokasi di daerah Koltsovo, di luar kota Siberia Novosibirsk, telah mengembangkan beberapa prototipe vaksin COVID-19.

Sebelum melakukan uji coba kepada masyarakat, tes vaksin akan mulai dilakukan pada tikus, kelinci dan hewan lain pada 30 April mendatang. Ini untuk menentukan jenis vaksin mana yang paling menjanjikan.

Nantinya, laboratorium Vector juga merencanakan studi pra-klinis pada 22 Juni sebelum meluncurkan pengujian pada manusia. Maksyutov menambahkan jika percobaan manusia pertama dapat dimulai pada bulan Mei dengan izin kementerian kesehatan.

Selain vaksin COVID-19, laboratorium Vektor juga memiliki teknologi platform vaksin yang sudah diuji pada manusia untuk infeksi virus dan penyakit lainnya. Kompleks laboratorium Vector melakukan penelitian senjata biologis rahasia di era Soviet dan menimbun virus, mulai dari Ebola hingga cacar.

Menurut data Worldometers, Rusia kini melaporkan adanya 7.497 kasus terinfeksi, dengan 58 kasus kematian, dan 494 kasus berhasil sembuh. Namun angka terinfeksi diyakini jauh lebih tinggi dari angka terkini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini