Game Tangkap Ayam Jadi Viral dan Banyak Versinya, Kamu Udah Ikutan?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ada yang sudah coba game tangkap ayam yang lagi viral di Whatsapp dan media sosial? Kalau sudah, percobaan ke berapa hingga kalian benar-benar sukses menangkap ayam?

Bagi yang belum coba, game ini cukup menghibur diri di tengah kebosanan karena terkurung di dalam rumah. Kalian bisa main bersama atau memberi tantangan kepada teman tanpa harus bertatap muka.

Selain ayam, rupanya ada pula tangkap sapi, bahkan dua-duanya sekaligus, yakni tangkap ayam dan sapi yang merebak di media sosial.

Cara bermain game ini cukup mudah. Kamu harus berhasil meng-capture atau screenshot ayam dan sapi di dalam garis yang berbentuk hewan tersebut.

Entah siapa yang membuat game viral ini, yang pasti banyak yang merasa cara ini cukup efektif menghilangkan stres.

Di Twitter banyak yang membagikan curahan hati mereka dengan adanya game tersebut. Ada juga yang membagikan hasil ‘tangkapan’ mereka.

Berikut beberapa curahan netizen di Twitter yang dikumpulkan Minews.id:

Permainan serupa pun muncul dalam bentuk lain seperti Mobil, Umji G Friend, dan Gajah. Haduh, ada-ada saja ya, netizen.

Kalian sudah coba yang mana?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini