Siap Eksplore Kekayaan Laut di Natuna, Pemerintah Berangkatkan 900 Nelayan Pantura

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pemerintah memberangkatkan 900 nelayan dari pantai utara Jawa Tengah ke Natuna untuk menjaga kedaulatan negara di wilayah tersebut.

“Pemberangkatan 900 nelayan dengan menumpang 30 kapal berukuran 100 GT ke atas dilakukan tadi siang dari PPP Tegalsari, Kota Tegal, menuju Natuna Utara,” kata Ketua Aliansi Nelayan Indonesia Riyono, Rabu 3 Maret 2020.

Ia menegaskan, hal tersebut sebagai bentuk komitmen kalangan nelayan dalam membantu negara menjaga sekaligus mengamankan perairan Natuna dari pihak asing.

Selain itu, juga melaksanakan perintah Presiden Jokowi pada 3 Januari 2020 melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md untuk menjaga wilayah perairan Natuna Utara dari praktik pencurian ikan oleh kapal nelayan asing.

Selama di perjalanan menuju perairan Natuna, ratusan nelayan tersebut mendapat pengamanan dari Bakamla sebagai “coast guard Indonesia”.

“Misi selama 2,5 bulan ini misi Merah Putih, semoga menjadi sumbangsih nelayan Pantura kepada negara dengan penuh kesadaran tinggi agar sumber daya ikan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan nelayan Indonesia,” ujarnya.

Sekjen Aliansi Nelayan Indonesia Susanto menambahkan perjalanan menuju perairan Natuna membutuhkan waktu kurang lebih 7-8 hari. “Kebutuhan BBM untuk kapal selama di perjalanan kurang lebih 50 ton,” katanya.

Selain dari Aliansi Nelayan Indonesiai, ratusan nelayan yang berangkat ke perairan Natuna tersebut juga berasal dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Kontak Tani Nelayan Andalan, dan organisasi nelayan lokal. Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini