Kota Ini Merupakan Pemukiman Manusia Tertua di Dunia, Ingin Tahu?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Kementerian Kebudayaan El Salvador mengungkap sebuah kota yang terkubur oleh letusan gunung berapi lebih dari 1.400 tahun lalu. Lokasi arkeologi ini kerap dijuluki “Pompeii Maya”. Ini merupakan kali pertama ditemukan sisa-sisa peradaban manusia di El Salvador Joya de Ceren.

Awal November lalu, ditemukan Kerangka, yang kondisinya buruk, terkubur bersama dengan pisau obsidian di situs arkeologi Warisan Dunia UNESCO yang terletak 35 km sebelah utara Ibu Kota San Salvador. Pisau obsidian adalah pisau dari batuan vulkanis.

“Orang tersebut mungkin tinggal di kota, namun tidak terbunuh oleh letusan dari gunung berapi Loma Caldera,” kata arkeolog, Michelle Toledo, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Toledo mengatakan bahwa para peneliti percaya bahwa kerangka itu berasal dari periode Klasik Akhir Mesoamerika karena kehadiran tephra putih halus, yang dikenal sebagai “Tierra Blanca Joven” (bumi putih muda) yang dihasilkan dari letusan gunung berapi sekitar 535 M. Tephra adalah materi yang terlontar dari gunung berapi.

Letusan mematikan dari gunung berapi Loma Caldera menghancurkan banyak situs kaum Maya dan membentuk Danau Ilopango dengan luas 72 km persegi.

Seperti Pompeii dan Herculaneum di Italia, sisa Joya de Ceren ditemukan dalam kondisi yang sangat bagus, hingga gambaran langka ke dalam cara hidup suku Maya termasuk ritual, pertanian, perdagangan, pemerintahan dan kebiasaan makan.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini