Jadi Pembunuh Berantai Paling Keji, Pee Wee Gaskin dan Ted Bun Punya Nasib Serupa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pee Wee Gaskins dan Ted Bundy pembunuh berantai yang memiliki kesamaan lahir tanpa ayah dan kurangnya perhatian orang tua membuat mereka tumbuh menjadi psikopat terkeji saat itu.

Pee Wee Gaskins bernama asli Donald Henry Parrot Jr lahir dari hasil hubungan diluar nikah pada tanggal 13 Maret 1933 di kota Floreance, Amerika Serikat. Ia dibesarkan oleh ibunya, sedangkan ayahnya tidak diketahui di mana keberadaannya.

Dari kecil ia kurang mendapat kasih sayang seorang ibu, wanita yang melahirkannya itu terlalu cuek bahkan terkesan tidak perduli dengannya. Kemudian ibunya menikah dengan seorang pria yang menjadi ayah tiri dari Gaskins.

Diumur 11 tahun ia berhenti sekolah dan bekerja di sebuah bengkel lokal. Saat itu ia berteman dengan dua anak laki-laki bernama Dany dan Mars, lalu mereka menamai diri dengan sebutan “The Trouble Trio”.

Ketiga anak-anak laki itu sering membuat onar seperti mencuri, menggoda pelacur, dan memperkosa anak laki-laki sekaligus mengancam mereka agar tidak melapor polisi.

Semasa hidupnya sudah ratusan orang yang menjadi korban. Sebagai pembunuh berantai terkeji saat itu ia dihukum mati menggunakan kursi listik bertegangan tinggi. Eksekusi dilakukan pada tanggal 6 Sptember 1991 saat usianya 58 tahun.

Mempunyai kisah yang sama dengan Pee Wee Gaskins, Ted Bundy juga tumbuh dari kurangnya kasih sayang kedua orang tuanya.

Theodore Robert Cowell atau dikenal dengan Ted Bundy merupakan tokoh pembunuh berantai selanjutnya. Ia lahir 24 November 1946 di Amerika Serikat.

Ted lahir dari hubungan diluar nikah. Saat itu ibunya Eleanor Louise yang baru berusia 22 tahun tidak mau menanggung malu telah melahirkan anak tanya seorang ayah.

Untuk menutupi aib, kedua orang tua Louise mengangkat Ted menjadi anak mereka sehingga Louise berstatus sebagai kakak dari Ted.

Ted tumbuh lewat kasih sayang kakek dan nenek yang telah merawatnya dari kecil. Kurangnya perhatian dari kedua orang tua membuatnya bebas memegang kendali dan menentukan pilihan.

Kisah sadis pembunuhannya berawal saat ia masih berkuliah di Universitas Washington. Ia pernah mencintai seorang wanita cantik, kaya raya, dan memiliki rambut panjang hitam. Sampai akhirnya mereka berpisah yang membuat Ted terpukul dan sakit hati.

Dari sakit hati itu muncul hasrat psikopat di dalam dirinya, semua korban wanita yang ia bunuh memiliki rambut panjang berwarna hitam yang sama persis seperti rambut mantan pacarnya. Korban yang ia akui kepada polisi hanya 36 korban wanita, tetapi polisi curiga kalau korbannya bisa lebih dari itu.

Berkali-kali kabur dari penjara, pada tanggal 24 Januari 1989 ia dihukum mati dengan kursi listrik bertegangan tinggi. (Anita Rahim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini