Viral, Video Dugaan Penelantaran Pasien Hingga Meninggal, Begini Faktanya

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDAR LAMPUNG – Sebuah video viral yang diduga merupakan penelantaran pasien di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung ternyata faktanya bertolak belakang.

Video berdurasi sekitar 4 menitan itu menggambarkan keributan di sebuah selasar RSAM. Video itu diunggah di akun Facebook Agus Rahmat Suhada @TVTIADATARA, Senin 10 Februari 2020.

Di awal video ada sebuah teriakan perempuan mengucap Allah dan Muhammad Rasulullah. Tangisan kencang perempuan itu ditingkahi suara lelaki berkopiah yang berdiri di dekat tempat tidur rumah sakit yang ada di selasar tersebut.

Dengan lantang di berteriak, “Kami di sini dibiarin saja. Setelah itu dipindahin, dititipin di ruangan. Setelah sekarat baru dipindahin di ruangan sebenarnya,” ujar lelaki itu.

Namun teriakan si lelaki semakin tidak karuan karena menuding BPJS Kesehatan. Dia mengakui sebagai peserta BPJS Kesehatan kelas tiga dan membayar iuran. Meski begitu dia kemudian mengaku tidak mampu.

“Saya ini orang miskin, dapatnya nomor tiga, kelas tiga. Saya ini nggak mampu!” begitu teriaknya.

Namun, dalam keterangan persnya, Direktur Pelayanan RSAM, Pad Dilangga membenarkan peristiwa itu terjadi di rumah sakitnya. Pasien yang dipermasalahkan berinisial MR berusia 21 tahun warga Palas, Lampung Selatan.

Menurut Pad Dilangga, MR masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSAM pada Minggu 9 Februari 2020 dari RS Bob Bazar, Kalianda. Diagnosanya demam berdarah, diare dan hepatitis. Kondisinya sakit berat dan sesak napas.

Namun Pad membantah telah menelantarkan MR. Pasien itu sudah dirawat di IGD dikonsultasikan ke dr Riki yang merencanakan melakukan transfusi darah sebanyak dua kantong dan transfusi trombosit 10 kantong.

Minggu sore MR masih sakit berat dan gelisah sehingga terapi dilanjutkan sehingga senin 10 Februari 2020 dinihari dialihkan ke ruang Bougenville. Pad juga menegaskan dr Riki sudah mengedukasi keluarga pasien bahwa kerabat sakit sangat serius dan akan dipindah ke ruangan rawat khusus penyakit dalam.

Senin 10 Februari 2020, pukul 16.00 WIB, MR ditransfer ke ruang Nuri dengan oksigen terpasang dan didampingi dua petugas. Menurut Pad, di depan ruang Nuri, MR mendadak kejang dan perawat yang sudah menunggu langsung memberikan tindakan medis.

Selanjutnya, Pad menceritakan keluarga pasien marah, memukul petugas RSAM dan mencabut selang oksigen yang masih terpasang mengakibatkan penanganan kegawatdaruratan terganggu.

MR akhirnya meninggal dunia dan dibawa ke rumah duka menggunakan mobil jenazah RSAM.

#DIDUGA DITERLANTARKAN PASIEN RSU AB. MULUK MENINGGAL DUNIA

#SEMOGA_SAMPAI_KE_BAPAK_PRESIDEN#DIDUGA_DITERLANTARKAN, PASIEN RSU ABDUL MULUK MENINGGAL DUNIA

Posted by Agus rahmat suhada on Monday, 10 February 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini