Satu Paru-parunya Rusak, Bopak Castello Pernah Berobat Non-Medis

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jarang terlihat di layar kaca, Komedian Bopak Castello ternyata sedang fokus perawatan. Bopak kini menjalani kehidupannya dengan satu paru-paru saja lantaran sudah tak dapat berfungsi.

Bopak pun menjelaskan kondisinya. Ia menjelaskan bahwa paru-paru sebelah kirinya sudah tidak bisa disembuhkan lagi.

“Oh sudah enggak bisalah (sembuh). Karena itu (paru-paru) sudah enggak berfungsi lagi, kan sudah bocor. Paru-paru itu kayak serambi kan titik-titik, bocor satu dua, enggak bisa ditambel lagi jadi normal,” ujar Bopak di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa 4 Februari 2020.

Untuk mengatasi itu, ia pernah mencoba berbagai cara pengobatan, dari medis hingga non-medis. Bahkan, ia percaya kepada pengobatan yang berbau ‘supranatural’.

“Kita (saya) minum-minum jamu aja itu enak. Sempat kita berobat secara gaib, non-medis, supranatural, ada efeknya, tapi intinya kan semua sugesti,” katanya.

Bopak mengatakan, tak ada obat khusus yang ia konsumsi secara rutin. Namun, Bopak mengaku telah mengonsumsi obat-obatan herbal. “Enggak ada (obat khusus), abis. Kemarin ada obatnya untuk membasmi agar tidak kena virus tuberculosis.”

“Obat alami kayak kita minum daun salam, sereh, itu ternyata bagus, sirsak, madu, itu. Kita lakoni semua. Makanya kita happy aja terus,” kata dia lagi.

Hidup dengan satu paru-paru, Bopak pun tak segan menyampaikan hikmah yang ia dapatkan. Salah satunya membuat Bopak lebih waspada tentang lingkungan, pola hidup, dan menjadi lebih bijak dalam memilih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini