Pasca Damai Dagang AS-Cina, Rupiah Berbalik Menguat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS ditutup menguat di akhir perdagangan Kamis, 16 Januari 2020. Mengutip data RTI Bussines, rupiah berada di posisi Rp 13.630 per dolar AS atau menguat 0,26 persen.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan mata uang garuda hari ini dibayangi oleh sejumlah sentimen dari luar negeri di antaranya sebagai berikut.

Pertama, soal damai dagang AS dan Cina. Pasca penandatanganan perjanjian perdagangan parsial di Gedung Putih semalam, membuat perang perdagangan antara kedua belah pihak mereda.

“Berdasarkan ketentuan kesepakatan pertama, AS mengurangi tarif 120 miliar dolar AS pada barang-barang Tiongkok menjadi 7,5 persen dari 15 persen. Sebagai gantinya, Cina setuju untuk meningkatkan pembelian di AS sebesar 200 miliar dolar AS selama dua tahun ke depan dalam barang-barang manufaktur, pertanian, energi, dan jasa,” kata dia sore ini.

Kedua, soal Brexit. Investor mencerna komentar dari Perdana Menteri Boris Johnson yang mengatakan Selasa malam. Ia menganggap “sangat mungkin” Inggris akan mendapatkan “kesepakatan perdagangan komprehensif dengan Uni Eropa pada akhir tahun 2020 nanti.

“Di sisi lain, dalam sebuah pidato sebelumnya, pembuat kebijakan Bank of England Michael Saunders mengulangi dukungannya untuk penurunan suku bunga untuk mendukung ekonomi yang melemah oleh Brexit dan ketidakpastian lainnya,” kata Ibrahim.

Sementara dari dalam negeri, laju rupiah dibayangi oleh strategi bauran kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh Bank Indonesia pasca penandatanganan fase I antara AS dan Cina. “Hal ini membawa berkah tersendiri bagi pasar dalam negeri,” katanya.

Selain itu, kebijakan pemerintah yang terus melakukan reformasi di segala bidang baik birokrasi maupun keuangan serta keamanan yang terjamin, membawa berkah bagi pasar dalam negeri sehingga investor kembali percaya dan dengan sendirinya modal asing kembali masuk cukup deras.

Kata Ibrahim, arus modal yang masuk akan tetap bertahan, karena saat ini kondisi fundamental ekonomi dalam negeri cukup stabil dibandingkan ekonomi negara lainnya sehingga diyakini membuat modal yang masuk akan tetap berada di pasar dalam negeri.

“Selain itu, perbedaan besaran suku bunga Indonesia dengan Amerika Serikat masih cukup besar. Suku bunga yang ditawarkan Indonesia juga masih lebih atraktif di mata investor bila dibandingkan dengan AS ataupun negara emerging market lainnya,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini