Makin Panas! Nikita Mirzani Sebut 3 Artis yang Rezekinya Diduga ‘Dimatikan’ Andhika Pratama

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kekesalan Nikita Mirzani kepada Andhika Pratama masih terus berlanjut. Bahkan, baru-baru ini wanita yang akrab dipanggil Niki itu membeberkan tiga inisial artis yang diduga rejekinya ‘dimatikan’ oleh Andhika.

Adapun tiga inisial itu ialah N disebutnya sebagai komedian, inisial U disebutnya sebagai komika dan GL yang tak dijelaskan siapa sosok tersebut oleh Niki.

Tak sampai disitu, Niki melanjutkan siapa-siapa saja yang rezekinya yang menurutnya dimatikan oleh Andhika. Yang pertama ia menuliskan N seorang komedian.

“yg udh di matiin Rejeki nya. 1 kerjaan plus 1 tv lagi,” tulis Niki 16 jam yang lalu.

“N (komedian) prh kerjasama bareng jg. Di bikin sinetron wkt itu. Di matiin Rejekinya dgn bacot nya sih laki lemes itu, Dan skrg menghilang ga ada lg Di tv,” tulis Niki.

Selanjutnya Niki menuliskan artis standup comedy berinisial U.

“U (standup comedy) dia ngomong sama org2 jijik bgt sama sih U ini. Pdhl lg kerjasama bareng. Sempet di keluarin lalu kerjasama lagi lalu ya gitu deh,” tulis Niki.

Kemudian yang ketiga berinisial GL yang rezekinya hampir juga dimatiin oleh Andhika menurut Nikita.

“GL hampir di matiin rejeki nya. Abis di omongin sama sih mulut lemes. Eh ga tau nya malah sih lemes yg di depak abis di marahin sama ibu M. Modar loe lemes skrg,” tulis Nikita.

Petunjuk dilontarkan Niki makin memperjelas karena ia menyebut N, U dan Andhika pernah main sinetron bareng. Selain itu, dalam unggahan Instagram Story lainnya Niki menyebut ketiganya tergabung dalam sebuah trio.

Di situ, petunjuk mengarah sinetron “3 Semprul Mengejar Surga” di mana Narji, Uus dan Andhika pernah main bareng sebagai tokoh utama.

“Jadi dulu ada yang namanya trio sampuradur, tau dong maksud gue kalau pada bertanya siapa yang dimatikan rizekinya? Yah itu salah satu yang ada disitu yang pelawak itu yang depan N,” sambung Niki.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini