Viral! Dua Gadis Kembar Bertemu di Twitter Setelah 16 Tahun Berpisah, Masih Cari yang Ketiga

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini kisah dua orang gadis kembar yang terpisah selama 16 tahun akhir bisa bertemu kembali berkat media sosial Twitter. Dua gadis itu ialah Nadya Tri Elvira dan Nabila Azzahrah.

Dari utasan Twitternya Nadya, @jonasociety, diketahui Nabila diketahui dibesarkan dan tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan sementara Nadya di Depok, Jawa Barat.

Nadya, lewat akun Twitter-nya @jonasociety, berkisah pada 6 Januari lalu tentang awal perjumpaan mengharukan tersebut. Ia ketika itu mengaku merasa memiliki saudara kembar, setelah beberapa orang temannya mengatakan ada seorang gadis di Instagram dan TikTok yang sangat mirip dengannya.

Meski awalnya mengabaikan, Nadya kemudian mulai memperhatikan gadis yang dimaksud di media sosial. Dari profil di media sosial, ia mengetahui mereka punya beberapa kesamaan baik secara fisik, kegemaran, hingga tanggal lahir.

Ia sempat bertanya kepada ibunya soal apakah memiliki saudara kembar, tetapi orang tuanya memilih bungkam. Nadya pun semakin curiga.

Pada 7 Januari lalu Nadya memberanikan diri menghubungi Nabila via DM Instagram. Setelah berbincang seru, mereka menemukan lebih banyak kemiripan, termasuk sama-sama dilahirkan di Makassar.

Setelah itu, Nadya kembali menemui ibunya untuk kembali bertanya soal saudara kembar. Dari sana terungkap bahwa ia sebenarnya anak angkat dan memiliki dua saudara kembar. Demikian pun Nabila, yang menceritakan kisahnya via Twitter, mendapat cerita yang sama dari ibunya.

Menurut Nadya, ia dan dua saudara kembarnya lahir secara prematur pada Maret 2003 lalu di sebuah rumah sakit di Makassar. Karena orang kandung mereka tak sanggup untuk membesarkan, mereka diangkat oleh keluarga berbeda dan sejak itu terpisah.

Kisah gadis kembar Nadya dan Nabila kini viral di Twitter Indonesia. Mereka berdua saat ini mengaku sedang berusaha mencari saudara kembar mereka yang belum ditemukan.

Berikut utasannya yang dibuat Nadya:

Nah, kalau yang ini utasan yang dibuat Nabila:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini