Pernah Jadi Sopir Truk! Berikut 5 Fakta Tentang Elvis Presley

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Elvis Presley merupakan seorang musisi kelahiran Amerika Serikat, 8 Januari 1935. Sebagai seorang musisi, ia dianggap sebagai salah satu ikon kebudayaan paling berpengaruh pada abad ke-20. Elvis dinobatkan sebagai ‘King of Rock n Roll’ atau ‘The King.’

Namun pada 16 Agustus 1977, Elvis menghembuskan napas terakhirnya karena serangan jantung. Dalam sejarah karir musiknya, ia banyak melahirkan karya-karya yang dikenal dunia.

Berikut beberapa fakta tentang Elvis Presley:

1. Pernah Jadi Sopir Truk

Tumbuh dalam keluarga miskin, yang tinggal di Tupelo, Mississippi, Amerika Serikat, Elvis pernah menjadi seorang sopir truk setelah lulus sekolah menengah. Bahkan keluarganya sering mengandalkan bantuan pemerintah untuk menyambung hidup karena ayahnya hanya bekerja serabutan.

2. Bergabung dengan RCA Records

Pada tahun 1953, Elvis mengawali karir musiknya dengan melakukan rekaman bersama dengan lagu ‘My Happiness dan That’s When You Heartaches.’ Lagu tersebut ia dedikasikan untuk ibunya sebagai hadiah ulang tahun. Itu bukanlah rekaman resminya, karena pada tahun 1954 barulah ia melakukan rekaman pertamanya dengan produser Sam Phillips di Sun Records.

Jumlah penggemarnya mulai banyak setelah ia menandatangani kontrak bermusik bersama RCA Records. Single pertama Elvis di RCA berhasil menjadi Top Hit di Amerika Serikat. Lagu tersebut berjudul ‘Heartbreak Hotel’ yang dirilis pada tahun 1956 dan dianggap sebagai langkah awalnya menjadi tokoh Rock n Roll.

3. Mengikuti Wajib Militer

Dengan dukungan dari sang ibu, Elvis masuk Angkatan Darat pada tahun 1958. Kemudian ia ditugaskan selama dua tahun di Jerman. Seharusnya ia menjalani wajib militer saat usianya 18 tahun, pada tahun 1953.

Namun, ia diberikan kelonggaran karena harus menyelesaikan pendidikan di L.C Humes High School di Memphis dan menyelesaikan film Hollywood ketiganya. Sangat disayangkan, ketika ia masih bertugas di Jerman, ibunya menghembuskan nafas terakir karena didiagnosis menderita hepatitis.

Selama bertugas di Jerman, Elvis banyak mempelajari beladiri Karate. Hingga pada tahun 1958 ia dianugrahi sabuk hitam oleh Hank Slemansky sebelum kembali ke Amerika Serikat. Pada tahun 1960, Elvis mengakhiri wajib militer yang ia jalani dan kembali mengawali karir filmnya.

4. Menyabet Golden Globe Award

Setelah selesai mengikuti wajib militer, pada tahun 1960 Elvis beralih ke seni film. Sebanyak 27 drama musikal pernah ia mainkan dan sukses dalam peredarannya. Film Elvis on Tour yang ia rilis di tahun 1972 menjadi film documenter dan mendapatkan penghargaan prestisius, Golden Globe Award.

Selain itu, ia juga salah satu musisi terkaya yang berhasil menjual sebanyak 600 juta unit rekamannya di seluruh dunia.

5. Tidak Pernah Tampil di Luar AS

Setelah cuti selama tujuh tahun dalam bermusik, Elvis kembali tampil di layar televisi dan diikuti dengan rangkaian turnya. Namun karena managernya seorang imigran ilegal, ia tidak berani untuk manggung di luar AS. Ia khawatir jika managernya tidak bisa kembali ke AS jika pergi ke luar negeri. (Hastina/R)

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini