Was-was! Rupiah Diramalkan Balik Menguat Terbatas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS diramalkan akan berbalik menguat terbatas pada Selasa, 17 Desember 2019. Kemarin, rupiah ditutup di posisi Rp 14.005 atau melemah 0,14 persen.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi rupiah akan menguat tipis di level Rp 13.970 hingga Rp 14.030 per dolar AS.

Ia mengatakan, penguatan terbatas rupiah masih dibayangi oleh sejumlah sentimen dari luar negeri di antaranya sebagai berikut.

Pertama, soal perjanjian dagang antara AS dan Cina yang masih ‘abu-abu’. Di satu sisi pihak AS lewat Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizers mengatakan, perjanjian perdagangan fase satu “sepenuhnya dilakukan.”

“Di bawah kesepakatan itu, Presiden AS Donald Trump berjanji untuk tidak mengejar putaran tarif baru yang ditetapkan untuk hari Minggu. Sebagai imbalannya, Beijing mengatakan akan secara substansial meningkatkan pembelian pertanian, meskipun tidak menentukan berapa banyak,” kata Ibrahim sore ini.

Secara terpisah, Trump malah mengatakan, bahwa pembicaraan perdagangan “tahap dua” akan segera dimulai. Padahal kata Lighthizer, tidak ada jadwal untuk fase pembicaraan berikutnya. Sementara, Beijing menegaskan negosiasi perdagangan tahap dua tersebut akan tergantung pada penerapan fase pertama terlebih dahulu.

Kedua, soal sikap investor yang mengamati komentar dari beberapa pejabat Bank Sentral AS (The Fed) dalam beberapa hari mendatang, setelah Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga stabil pekan lalu.

“Presiden The Fed Dallas Robert Kaplan, Presiden The Fed New York John Williams dan Eric Rosengren dari Boston The Fed akan berbicara pada hari Selasa ini. Sementara Presiden Fed Chicago Charles Evans dijadwalkan untuk berbicara sehari kemudian. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pandangan bank tentang ekonomi tetap menguntungkan,” ujar Ibrahim.

Ketiga, soal Brexit. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang memenangkan kemenangan pemilihan umum pekan lalu, membuka peluang untuk mengakhiri tiga tahun kebuntuan atas Brexit.

“Pemerintah Johnson diperkirakan akan membawa RUU Penarikan Perjanjian kembali ke parlemen sebelum Natal, untuk memungkinkan Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Januari 2020 nanti,” kata Ibrahim.

Sementara dari dalam negeri, laju rupiah dipengaruhi oleh Neraca Dagang RI pada November 2019 mengalami defisit sebesar 1,33 miliar dolar AS. Di mana defisit November ini didorong meningkatnya impor migas serta impor utama yang bekaitan dengan kegiatan akhir tahun.

“Namun angka defisit pada 2019 ini dinilai mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2018 yang mencapai 8,5 miliar dolar AS. Sementara pada 2019 ini defisit dari Januari hingga November baru mencapai 3 miliar dolar AS,” ujar Ibrahim.
Kedua, dengan membaiknya data global, Pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan konsolidasi guna mengantisifasi gejolak global susulan yang kemungkinan masih akan terjadi di 2020.

“strateginya dengan menerapkan bauran yang sudah diterapkan dan ditambah lagi reformasi secara menyeluruh baik di birokrasi, keuangan maupun yang lainnya akan memantik arus modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri,” kata Ibrahim.

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini