Merasa Difitnah, Petinggi Garuda Laporkan Akun Twitter ‘digembok e-nya tiga’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dugaan prostitusi terselubung yang melibatkan sejumlah petinggi Garuda Indonesia menjadi buah bibir. Hal itu terjadi setelah beredar cuitan pemilik akun @digeeembok atau ‘digembok e-nya tiga’ pada 6 Desember dan 7 Desember 2019 lalu.

Dalam cuitan tersebut, sang pemilik akun menyebut nama mantan direktur utama Garuda Indonesia Ari Askhara, Direktur Human Capital Heri Akhyar dan Vice President Cabin Crew Garuda Indonesia Roni Eka Mirsa sebagai pelaku utama dalam dugaan prostitusi itu.

Bahkan, Roni disebut sebagai ‘germo’ bagi sejumlah pramugari untuk para pejabat Garuda maupun kolega.

Hal ini lalu ditanggapi oleh Roni. Ia mengatakan hal itu tidak benar.

“Saya di fitnah oleh pengecut yang tidak menampakan dirinya,” ujarnya kepada Minews lewat pesan singkat, Selasa 10 Desember 2019.

Ia juga mengatakan bahwa telah melaporkan pemilik akun Twitter tersebut ke pihak berwajib.

“Sudah (dilaporkan) dan saya serahkan sepenuhnya ke penegak hukum untuk menindak lanjuti,” katanya.

Sementara soal skandal yang melibatkan Ari, dia menolak memberikan jawaban.

“Terkait Pak Ari, Saya no comment bukan ranah saya untuk menjawab. Konfirmasi ke beliau saja,” katanya.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini