Dimas Anggara dan Luna Maya Berjaya! Ini Daftar Pemenang Festival Film Bandung 2019

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Para pemenang Festival Film Bandung sudah resmi diumumkan pada Jumat malam, 23 November 2019. Sederet nama mengisi jajaran pemenang.

Di antara jajaran pemenang, nama Dimas Anggara dan Luna Maya terpilih sebagai pemeran utama pria film bioskop terpuji dan pemeran utama wanita film bioskop terpuji.

Dimas Anggara menang lewat film ‘Dancing In The Rain’, sedangkan Luna Maya menang lewat film ‘Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur’.

Berikut ini daftar lengkap pemenang Festival Film Bandung 2019:

– Pemenang Festival Film Terpuji 2019:

Film Bioskop Terpuji: Dua Garis Biru (Gina S. Noer, Starvision Plus)

Sutradara Film Bioskop Terpuji: Ody C. Harahap (Hit & Run)

Pemeran Utama Pria Film Bioskop Terpuji: Dimas Anggara (Dancing In The Rain)

Pemeran Utama Wanita Film Bioskop Terpuji: Luna Maya (Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur)

Pemeran Pendukung Pria Film Bioskop Terpuji: Randy Pangalila (Kucumbu Tubuh Indahku)

Pemeran Pendukung Wanita Film Bioskpp Terpuji: Endhita (Ambu)

Penulis Skenario Film Bioskop Terpuji: Gina S. Noer (Dua Garis Biru)

Penata Artistik Film Bioskop Terpuji: Oscart Firdaus (Dua Garis Biru)

Penata Musik Film Bioskop Terpuji: Andhika Triyadi (Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur)

Penata Editing Film Bioskop Terpuji: Ichsan JW (Preman Pensiun)

Penata Kamera Film Bioskop Terpuji: Ical Tanjung (Ave Maryam)

– Film Televisi

Film Televisi Terpuji: Teman Waktu Kecil (Demi Gisela Citra Sinema, SCTV)

Sutradara Film Televisi Terpuji: Karsono Hadi (Cinta Bersemi Rantang Pun Kembali)

Pemeran Utama Pria Film Televisi Terpuji: Sonny Septian (Aku Menyimpan Duri Dalam Pernikahanku)

Pemeran Utama Wanita Film Televisi Terpuji: Henidar Amroe (Harta Terbesar Adalah Doa Ibuku)

Penulis Skenario Film Televisi Terpuji: Imam Tantowi (Teman Waktu Kecil)

– Film Bermuatan Kearifan Lokal Terpuji: Ambu

– Penghargaan Khusus A Life Time Achievement: Lenny Marlina dan Khikmawan Santosa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini