Ngeri! Bibir Jontor Barbie Kumalasari Ternyata Gara-gara Kena Santet

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Paranormal Mbah mijan mengungkapkan bahwa artis kontroversial Barbie Kumalasari disantet orang. Hal itu ia sampaikan melalui Instagram pribadinya, @mbahmijan, pada Selasa 19 November 2019.

“BARBIE KUMALASARI KENA SANTET | Apapun dia @barbiekumalasari adalah teman saya, tega sekali orang itu,” tulis Mbah Mijan mengawali caption dengan unggahan foto Barbie Kumalasari itu.

Mbah mijan mengungkapkan bahwa sosok yang menyantet Barbie Kumalasari adalah seorang pria yang pernah ditolak cintanya.

“Saya melihat, Barbie kena kiriman dari orang yang ditolak cintanya. Ada seorang pria yang ngejar doi, tapi ditolak Barbie,” ungkapnya.

Dalam unggahannya itu, Mbah Mijan mengungkapkan bahwa bibir jontor Barbie Kumalasari yang awalnya dikira akibat efek dari sulam bibir ternyata sebenarnya telah kena santet.

Tak hanya itu, Mbah Mijan juga mengatakan bahwa tubuh Barbie Kumalasari juga ditumbuhi bentol-bentol sebagai akibat santet tersebut.

“Selain bibirnya yang bengkak, punggung dipenuhi bentol sebesar biji kacang hijau Guys. Tenang saja mai pren, biar saya yang urus kalo soal ginian. 🙏,” tukasnya.

Dalam unggahan tersebut istri Galih Ginanjar ini pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Mbah Mijan.

“Gitu ya mbah makasi ya arahannya🙏,” tulis @barbiekumalasari dalam kolom komentar unggahan Mbah Mijan.

Unggahan soal kiriman santet ini pun banyak dikomentari netizen. Salah satunya ada yang mengatakan klaim santet Mbah Mijan hanya setingan.

“beneran ta ini mbah ??jangan ikut2 setingan lho mbah 😀,” tanya akun @wawan_kurniawan2010.

“@wawan_kurniawan2010 bener, bagian punggungnya penuh gatal seperti butiran kacang ijo, serem,” balas @mbahmijan.

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini