Mantul, Pembangunan Berhasil, BPS Temukan Angka Pengangguran Terus Turun

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Keberhasilan pembangunan Pemerintah Jokowi terbukti menunjukkan hasilnya karena angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) terus menurun. Angkanya tahun ini sebesar 5,28 persen atau lebih baik dari 2018 yang masih 5,34 persen.

Angka itu terus turun sejak 2015. Besarannya hingga tahun ini mencapai 0,90 persen. TPT itu adalah angka penduduk yang tidak terserap pasar kerja.

“Angka TPT pada perempuan lebih rendah sebesar 5,23 persen dibandingkan dengan laki-laki sebesar 5,31 persen. Penurunan TPT tahun lalu pada perempuan sebesar 0,03 persen poin lebih rendah juga dibandingkan dengan laki-laki sebesar 0,09 persen poin,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Selasa 5 November 2019.

Pada Agustus 2019 TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan angka tertinggi sebesar 10,42 persen di antara jenjang pendidikan lain. Untuk TPT terendah adalah jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) sebesar 2,41 persen.

Menurut survei BPS semakin tinggi usia angka TPT -nya cenderung menurun. Pada Agustus 2019 kelompok umur muda (15-24) memiliki angka tertinggi sebesar 18,62 persen. Angka TPT terendah adalah usia lansia sebesar 0,66 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

Oleh: Lestari Safiya )*Pemerintah memperkuat kolaborasi global sebagai strategi utama dalammempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemerintahmenempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen penting untukmenghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia sekaligus menjagastabilitas energi domestik.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendorongpenguatan kolaborasi antarnegara dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business di Tokyo. Bahlil menilai bahwa kerjasama yang saling menguntungkan menjadi fondasi dalam menjagaketahanan energi kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tekanangeopolitik.Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business dimanfaatkan Indonesia untuk mempertegas peran strategis dalammenjaga keseimbangan pasokan energi global. Forum tersebut menjadiwadah konsolidasi antarnegara dalam merumuskan langkah kolektifmenghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.Indonesia menunjukkan kontribusi nyata melalui ekspor energi dalamskala besar ke berbagai negara. Indonesia mengirimkan liquefied natural gas serta memasok batu bara dalam jumlah signifikan, sehingga turutmenopang stabilitas pasokan energi global.Pemerintah memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperluaskemitraan internasional yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pemerintah menilai kekuatan sebagai pemasok energi menjadi modal penting dalam memperkuat daya tawar diplomasi energi Indonesia.Pemerintah tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritasutama dalam setiap kerja sama internasional. Pemerintah menyiapkanlangkah antisipatif melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeriapabila kebutuhan nasional tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melaluikerja sama global.Pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis crude...
- Advertisement -

Baca berita yang ini