Abu Bakar Al Baghdadi Tewas, ISIS Tunjuk Abu Ibrahim sebagai Bos Baru

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – ISIS akhirnya mengumumkan pemimpin baru mereka bernama Abu Ibrahim Al Hashimi Al Quraishi, setelah mengkonfirmasi kematian bos mereka sebelumnya, Abu Bakar Al Baghdadi.

Juru Bicara ISIS Abu Hasan Al Muhajir berkata Dewan Syura kelompok teroris internasional itu telah bersidang dan memastikan AS membunuh Al Baghdadi.

“Dewan syura Negara Islam telah mengkonfirmasi syahidnya Syekh Abu Bakar Al Baghdadi, dan para sesepuh pejuang suci setuju adanya pengganti,” kata Al Muhajir.

Ia menyebut pihaknya kini tengah berduka atas kematian Al Baghdadi, namun tak bisa meninggalkan kursi kepemimpinan dalam keadaan kosong.

“Kami berduka untuk Anda, komandan umat beriman,” ujar pernyataan resmi ISIS, seperti dikutip dari AFP, Kamis 31 Oktober 2019.

ISIS juga menyatakan peringatan keras kepada AS, khususnya Presiden Donald Trump yang sebelumnya secara terang-terangan menyampaikan kematian Al Baghdadi melalui siaran televisi Gedung Putih.

Ia menyebut Trump adalah ‘orang gila’ dan berniat membalas dendam kepada pasukan AS atas kematian Al Baghdadi.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini