Baru Menjabat Menkes, Terawan Kena Semprit MKEK IDI

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Presiden Joko Widodo secara resmi menunjuk Mayjen TNI Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad(K) sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Namun baru sehari menjabat, beredar sebuah surat berkop Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Surat itu berisi tentang penolakan Terawan sebagai Menkes.

MKEK IDI beralasan dr Terawan sebagai Menteri Kesehatan karena sedang dikenakan sanksi akibat melakukan pelanggaran etik kedokteran. Sanksi tersebut tertera dalam Keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran PB I Dl No.009320/PB/MKEK-Keputusan/07J201 I tanggal 12 Februari 2018.

Surat bertanggal 30 September 2019 tersebut ditujukan untuk Presiden Joko Widodo, dan ditanda tangani oleh Ketua MKEK Dr Broto Wasisto, DTM&H, MPH.

Hingga berita ini diturunkan, Dr Broto masih belum mau memberikan pernyataan  lengkap. “Ya nanti aja deh kita sedang akan rapat ini. Rapat MKEK tentang pergantian menteri. Masalahnya belum beres, makanya akan kita bicarakan. Nanti ya,” ujar dia di Jakarta Rabu 23 Oktober 2019.

Meski begitu, ia membenarkan bahwa dr Terawan sempat menjalani sanksi dan hukuman terkait kode etik kedokteran.

Sesuai penelusuran Minews.id, Dokter TNI AD ini memang dikenal karena metode barunya dalam mengobati stroke, yakni terapi cuci otak sejak 2005 lalu.

Namun prakteknya ini dianggap melanggar kode etik oleh MKEK. Alasannya karena Terawan dikabarkan suka mengiklan dan memuji diri. Selain itu, ikut menjanjikan kesembuhan pada pasiennya. Padahal dalam kode etik kedokteran, seorang Dokter tidak boleh mengiklankan, memuji diri, dan menjanjikan kesembuhan kepada pasiennya.

Maka ia pun diminta untuk menemui pihak MKEK. Namun, Terawan tidak mengindahkan panggilan itu. Bahkan setiap dipanggil untuk hadir dalam sidang, Terawan tidak pernah hadir. Hal tersebut lantas dianggap sebagai bagian dari pelanggaran dalam kode etik kedokteran.

Akhirnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan sanksi kepada Dokter Terawan Agus Putranto berupa pemecatan selama 12 bulan dari keanggotaan IDI sejak 26 Februari 2018-25 Februari 2019. Keputusan IDI tersebut diambil setelah sidang MKEK PB IDI.

“Bobot pelanggaran Dokter Terawan adalah berat, serious ethical missconduct. Pelanggaran etik serius,” kata Ketua MKEK IDI dokter Prio Sidipratomo dalam surat PB IDI yang ditujukan kepada Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Seluruh Indonesia (PDSRI) tertanggal 23 Maret 2018.

Dalam surat tersebut, IDI juga turut mencabut izin praktek Dokter Terawan, ditambah himbauan kepada pengurus IDI daerah maupun PDSRI untuk menaati putusan MKEK tersebut.

Berita Terbaru

MBG Pilar Pemerataan Sosial dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Oleh: Bagas Wicaksono*Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menunjukkan perannya sebagai kebijakan strategis yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menjadiinstrumen efektif dalam mendorong pemerataan sosial di lingkungan pendidikan. Melalui pendekatan yang inklusif, program ini menghadirkan ruang kesetaraan yang nyata bagi seluruh siswa tanpa memandang latar belakang ekonomi. Di tengahberbagai tantangan kesenjangan sosial yang masih terjadi, MBG tampil sebagai solusikonkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, khususnya generasi mudayang tengah berada pada fase pertumbuhan dan pembentukan karakter.Guru Besar Universitas Tadulako Palu, Nur Sangadji, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan inklusif yang menghadirkan kesetaraan di lingkungan sekolah dengan memberikan akses makanan yang sama bagi seluruh siswatanpa membedakan latar belakang ekonomi, sehingga menciptakan dampak psikologispositif dan memperkuat rasa kebersamaan. Dalam praktiknya, seluruh siswa menerimamanfaat yang seragam, sehingga tidak ada lagi perasaan perbedaan status sosial yang dapat memengaruhi interaksi maupun kepercayaan diri di lingkungan sekolah. Keseragaman ini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang lebih adildan berkualitas.Lebih jauh, pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa program makanbergizi bagi siswa merupakan bagian penting dalam strategi pembangunan sumberdaya manusia. Kebijakan serupa telah diterapkan di sejumlah negara dengan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak. Indonesia melalui MBG mengambil langkah yang sejalan dengan praktik global tersebut, sekaligusmenyesuaikannya dengan kebutuhan nasional yang beragam. Dengan demikian, program ini tidak hanya relevan secara domestik, tetapi juga memiliki landasan empirisyang kuat dalam konteks internasional.Selain berdampak pada aspek sosial, MBG juga memiliki dimensi ekonomi yang sangat signifikan. Ketua Umum Prabowonomic, Tommy...
- Advertisement -

Baca berita yang ini