CKG Perkuat Kualitas Kesehatan Anak dan Pelajar di Daerah

Baca Juga

Mata Indonesia, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak dan pelajar melalui program CKG (Cek Kesehatan Gratis) yang dihadirkan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Program ini menjadi salah satu wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan generasi muda tumbuh sehat dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Momentum Hardiknas dimanfaatkan sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan, khususnya bagi pelajar di berbagai daerah. Dengan menggandeng sektor pendidikan dan kesehatan, program CKG tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny A. Lamadjido, mengatakan pihaknya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas program CKG (Cek Kesehatan Gratis) sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

“Silakan setelah jalan sehat, manfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang sudah disiapkan di lokasi. Ini tidak dipungut biaya,” kata Reny.

Reny menegaskan Program CKG merupakan bagian dari inisiatif pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, sekaligus mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari upaya mendukung kualitas pendidikan.

“Kondisi fisik yang sehat menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang proses belajar mengajar yang optimal, baik bagi pelajar maupun tenaga pendidik,” ujar Reny.

Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari guru, pelajar, dan masyarakat umum.

Reny juga mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan melalui berbagai aktivitas positif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif di Sulawesi Tengah, serta mencerminkan semangat menuju Sulteng Nambaso,” jelas Reny.

Program ini juga sejalan dengan agenda nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan memastikan kesehatan anak dan pelajar terjaga, pemerintah berharap dapat menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik dan mental.

Melalui program CKG, pemerintah tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga membangun fondasi masa depan bangsa. Dengan sinergi yang kuat antara sektor pendidikan dan kesehatan, upaya menciptakan generasi emas Indonesia menjadi semakin nyata.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini