Kucing Kesayangannya Dibunuh, Wanita Ini Marah hingga Mutilasi Pelaku

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Seorang wanita di St Petersburg, Rusia memutuskan untuk membunuh teman serumahnya sendiri setelah marah lantaran kucing kesayangannya dibunuh.

Dilansir dari Daily Mail, wanita itu bernama Anastasia. Ia dilaporkan memutilasi temannya yang berjenis kelamin laki-laki itu sebelum memasukkannya ke dalam empat kantong plastik hitam.

Anastasia kemudian membawa kantong-kantong itu naik bus ke luar kota. Ia kemudian membakarnya sebelum mengubur jasadnya. Sisa-sisa korban yang terbakar ditemukan oleh seseorang yang kebetulan melewati daerah itu bersama anjingnya.

Menurut polisi, di antara bagian tubuh yang ditemukan di dalam kantong plastik hitam adalah tulang kaki, tulang rusuk, bahu, dan beberapa kulit.

“Tersangka memukul korban beberapa kali di kepala dengan palu. Korban juga ditendang beberapa kali sebelum tubuhnya dipotong,” kata perwakilan polisi setempat.

Tersangka yang diketahui berusia 41 tahun itu sekarang dalam tahanan polisi untuk penyelidikan atas pembunuhan tersebut.

Berita Terbaru

Penyerahan Dana 11.4 T Bukti Ketegasan Hukum dan Integritas Pemerintah Selamatkan Aset Negara

Oleh: Ahmad SubarkahPemandangan tumpukan uang tunai senilai Rp11,4 triliun di Kantor Kejaksaan Agung pada Jumat, 10 April 2026, bukan sekadar seremonial birokrasi biasa yang kerap menghiasi layarkaca. Bagi publik yang jeli melihat arah kebijakan nasional, peristiwa tersebut adalah proklamasiatas babak baru penegakan hukum di Indonesia, yakni sebuah fase di mana hukum tidak hanyaberfungsi memenjarakan badan, tetapi juga secara agresif memulihkan urat nadi perekonomiannegara. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan sekitar satu setengahtahun, langkah strategis melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah menjelmamenjadi instrumen penyelamat fiskal yang sangat konkret dan terukur. Fenomena ini menandaipergeseran paradigma penegakan hukum dari yang bersifat retributif semata menjadi restitusifinansial yang masif demi kepentingan rakyat banyak.Langkah pemerintah dalam menarik denda administratif dan menyita aset hasil kejahatan sektorkehutanan merupakan jawaban cerdas sekaligus berani atas tantangan defisit anggaran yang sedang membayangi. Sebagaimana diketahui, data kuartal pertama tahun 2026 menunjukkanbahwa APBN per 31...
- Advertisement -

Baca berita yang ini