Abdul Basit Jadi Korlap Unjuk Rasa BEM Seluruh Indonesia Hari Ini

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Unjuk rasa yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI), Kamis 17 Oktober 2019 dikomandani M Abdul Basith. Unjuk rasa yang diikuti ratusan mahasiswa dari 20 perguruan tinggi  se Jabodetabek itu berlangsung tertib dari bubar pada pukul 16.00 WIB.

“Mahasiswa menginginkan Presiden Jokowi jangan bimbang mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) KPK,” ujar Basith yang mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu.

Titik kumpul para mahasiswa tersebut berada di Patung Kuda sekitar pukul 15.00 WIB. Sedianya mereka akan berjalan kaki ke Istana Negara, namun jalan-jalan di sekitar Monas banyak sudah ditutup untuk pengamanan pelantikan Presiden, Minggu 20 Oktober 2019.

Unjuk rasa yang antara lain diikuti Universitas Nasional dan BSI tersebut dimaksudkan sebagai pengingat bahwa UU KPK hasil revisi sudah bisa diundangkan, sebab melewati 30 hari setelah persetujuan rapat paripurna DPR.

Aparat keamanan yang dikerahkan juga tidak begitu banyak. Pantauan minews.id, hanya ada 100 anggota kepolisian yang mengamankan unjuk rasa tersebut. Sebagian besar adalah polisi wanita.

Mahasiswa peserta unjuk rasa membubarkan diri setelah mereka tidak berhasil melakukan negosiasi untuk membuka barikade di sekitar patung kuda tersebut. (Yuri Giantini)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini