Dear Jokowi, Ini Tips Jitu Indonesia Mampu Hadapi Krisis Ekonomi Global

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Krisis perekonomian global yang terjadi saat ini diprediksi akan berlangsung lama. Indonesia pun diharapkan perlu meningkatkan pendapatan dari sejumlah sektor.

Nantinya, pendapatan itu bakal menjadi tulang punggung perekonomian tanah air hingga 2021. Hal ini diungkapkan oleh Ekonom Chatib Basri pada Minggu 13 Oktober 2019.

Chatib menambahkan, salah satu lini bisnis Indonesia yang mula-mula terpukul adalah industri yang bergerak di bidang bahan baku. Seperti komoditi dan produk setengah jadi, yang biasa diekspor ke China.

“Penerimaan negara dari pajak juga sangat drop akibat bisnis lesu dan harga komoditas yang jatuh. Kemudian saat ini sektor riil juga ikut terpukul. Misalnya Penjualan Astra tahun ini turun 14 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya di Jakarta.

Ia menilai bahwa saat ini secara fiskal dan moneter, kondisi ekonomi Indonesia masih cukup aman. Sementara di sektor riil juga perlu segera disupport, lantaran saat ini impor selalu lebih banyak dari ekspor.

“Kondisi tersebut lama-lama akan pengaruh ke keuangan Indonesia,” kata dia.

Selain itu, sejumlah perusahaan di Indonesia terancam default alias gagal berbisnis karena kebanyakan hutang. Yang menjadi kekhawatiran adalah default ini berpotensi menjadi cross default dan meluas ke yang lain sebagai efek domino.

“(Maka) ekonomi digital mau gak mau harus disiapkan. Kedepan semua akan (pakai skema) bisnis dengan cara digital. Ibarat dulu orang naik kuda kemudian ganti naik mobil. Sekarang bisnis conventional, nantinya semua digital,” ujar dia.

Chatib lalu memberikan contoh, berdasarkan info dari Komisaris Utama Tokopedia Agus Martowardoyo, saat ini Tokopedia pelanggannya 95 juta pengunjung. Sedangkan pedagangnya atau yang jualan via Tokopedia sudah 6,5 juta orang.

“Banyak yang jualan adalah ibu rumah tangga. Transaksi 24 jam dilakukan di rumah dan sangat efisien,” kata dia.

Di sisi lain Menteri Keuangan tahun 2013-2014 ini juga menyoroti soal sektor infrastruktur yang dianggap tak selalu memacu pertumbuhan ekonomi. Kata dia, BUMN Indonesia yang bergerak di bidang infrastruktur akan alami kesulitan karena hutang sangat besar.

“Jalan-jalan tol yang dibangun BUMN di Sumatera sepi sehingga operasional sangat rugi,” ujar dia.

Termasuk jumlah pengangguran dari lulusan SMA dan universitas naik. Angka pengangguran lulusan SMP dan SD menurun karena banyak yang mendapat kerja sebagai ojek online.

“Siswa siswa lulusan SMA/Universitas yang nganggur berpotensi mengganggu politik indonesia di Medsos sehingga banyak muncul Hoax,” kata dia.

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini