Rupiah Bakal Berbalik Melemah Terbatas Hari Ini, Apa Sebabnya?

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat diramalkan bakal berbalik melemah terbatas penguatan Rabu 9 Oktober 2019.

Sebagai perbandingan rupiah kemarin ditutup menguat tipis 0,06 persen di level Rp 14.155 per dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim pun memperkirakan rupiah akan melemah tipis hari ini pada kisaran Rp 14.117 hingga Rp 14.182 per dolar AS.

Pelemahan rupiah akan dibayangi oleh sejulah sentimen dari luar negeri di antaranya sebagai berikut.

Pertama, soal damai dagang AS-China. Laporan terbaru menunjukkan bahwa China menjadi lebih ragu untuk menyepakati kesepakatan perdagangan luas dengan AS.

“Ketegangan perdagangan antara kedua belah pihak meningkat hanya beberapa hari sebelum pembicaraan dimulai ketika delapan perusahaan teknologi China dilaporkan dimasukkan dalam daftar hitam AS pada hari Senin, di tengah tuduhan terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim di provinsi Xinjiang,” ujar Ibrahim kemarin sore.

Kedua, investor atau pelaku pasar menanti rilis notula rapat The Fed edisi September pada Kamis dini hari waktu Indonesia. Sebelumnya ada rumor bahwa akan ada penurunan suku bunga acuan dari Bank sentral AS ini. Namun keputusan itu sepertinya tidak bulat, masih ada anggota komite pengambil kebijakan yang ingin kebijakan moneter tidak terlampau dovish.

“Ini mengisyaratkan bahwa ekonomi AS masih baik-baik saja, belum butuh ‘suntikan adrenalin’ berupa penurunan suku bunga acuan untuk mendorong pertumbuhan,” kata Ibrahim.

Ketiga, kerusuhan politik Hong Kong juga mendapat fokus, ketika kekerasan di kota itu meningkat selama akhir pekan. Pemerintah Hong Kong mengajukan undang-undang darurat era kolonial untuk memberlakukan larangan pada pemrotes mengenakan masker wajah.

“Keputusan tersebut dilaporkan lebih lanjut membuat geram para kritikus, yang menghancurkan fasilitas perbankan milik China dan gerai ritel di seluruh kota,” ujar Ibrahim.

Keempat, pelaku pasar semakin khawatir tentang kurangnya kemajuan antara Inggris dan Uni Eropa untuk menyetujui kesepakatan penarikan Brexit.

Sementara dari dalam negeri, pelemahan rupiah disebabkan oleh penurunan cadangan devisa (cadev) di bulan sebesar 124,32 miliar dolar AS atau turun lumayan dalam senilai 2,12 miliar dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya.

“Penurunan cadangan devisa pada September terutama dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan berkurangnya penempatan valas perbankan di bank sentral akibat BI menurunkan suku bunga acuanyang sudah 3 kali dilakukan dalam tahun 2019. Sepanjang Januari-Agustus, pemerintah membayar bunga utang sebesar Rp 172,42 triliun atau naik 6,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Ibrahim.

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini