Foto Legendaris! Bule Cuek Pamer Seragam Batik Korpri di Luar Negeri

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Masih ingat dengan foto ini? Seorang bule yang tidak diketahui namanya ini dengan bangganya memamerkan bahwa dirinya sedang mengenakan batik, sebagai oleh-oleh kebanggaan dari Indonesia.

Tapi, yang lucunya, ini bukan batik biasa, bukan juga batik yang umum dipakai orang banyak, atau diperjual-belikan sebagai oleh-oleh. Ini batik seragam Korps Pegawai Republik Indonesia alias Korpri bos! Hahaha.

Keren sih, apalagi postur tubuhnya proporsional. Tapi, rasanya kurang pas saja, karena itu bukan seragam batik yang dipakai untuk jalan-jalan, travelling, atau sekadar plesiran. Itu batik yang dipakai untuk kerja.

Kalau tidak salah, foto ini pertama kali beredar tahun 2016 lalu di Facebook. Banyak netizen ikut berkomentar soal si bule yang super cuek pamerin batik Korpri di negaranya.

Ya, mungkin saja si bule ini jatuh cinta dengan Indonesia, terutama batik. Sampai-sampai, ia tak peduli dengan apapun motifnya, yang penting keren.

Selamat Hari Batik Nasional.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini