Bupati Intan Jaya Minta TPNPB Angkat Kaki dari Pemukiman Warga

Baca Juga

MataIndonesia, PAPUA TENGAH – Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, meminta Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) tidak menjadikan kampung-kampung yang dihuni masyarakat sipil sebagai lokasi aktivitas maupun kontak bersenjata dengan aparat keamanan.

Permintaan tersebut disampaikan Aner melalui sambungan telepon pada Kamis (2/7/2026). Ia mengaku prihatin karena masyarakat sipil kerap berada di tengah situasi konflik dan berisiko menjadi korban ketika terjadi kontak tembak antara kelompok bersenjata dan aparat keamanan.

“TPNPB tidak boleh beraktivitas di rumah-rumah masyarakat,” tegas Aner.

Ia menilai keberadaan kelompok bersenjata di lingkungan permukiman hanya akan meningkatkan risiko bagi masyarakat sipil.

Aner meminta TPNPB meninggalkan lokasi atau kampung yang dihuni masyarakat sipil dan memilih area lain apabila ingin melakukan aktivitas maupun kontak bersenjata dengan aparat keamanan.

Iklan

“Kalau mau kontak tembak dengan aparat, silakan cari lokasi yang kosong dan jadikan tempat perang,” ujarnya.

Sebagai kepala daerah, Aner mengatakan dirinya berkewajiban mengingatkan semua pihak agar tidak membawa konflik ke tengah-tengah masyarakat.

Selain mengimbau TPNPB, Aner juga berharap aparat keamanan tetap mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat sipil dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi perhatian utama bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik.

“Masyarakat sipil harus kita lindungi. Jangan jadikan kampung-kampung tempat tinggal warga sebagai lokasi perang. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang menjadi korban,” tutup Aner. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menghemat Devisa, Menguatkan Energi: Makna Strategis B50

Oleh: Bara Winatha*)Pemerintah terus memperkuat langkah menuju kemandirian energi nasional melalui implementasi mandatori Biodiesel 50 persen (B50) yang dijadwalkan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini