Danantara Benahi Struktur BUMN, Pemerintah Dorong Pengelolaan Aset Lebih Produktif

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus memperkuat transformasi pengelolaan aset negara guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing ekonomi nasional. Penataan struktur perusahaan negara menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk memastikan aset publik mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pembentukan dan penguatan peran Danantara merupakan langkah strategis untuk memastikan aset negara dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Danantara hadir untuk memastikan pengelolaan aset negara menjadi lebih produktif, efisien, dan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Rosan.

Pemerintah menilai pengelolaan aset yang lebih terintegrasi menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya kebutuhan investasi dan persaingan ekonomi global. Melalui Danantara, pengelolaan aset negara diarahkan agar lebih adaptif, profesional, dan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurut pemerintah, pembenahan struktur perusahaan negara bukan sekadar restrukturisasi kelembagaan, tetapi juga bagian dari pembangunan ekosistem investasi yang lebih modern dan berorientasi pada hasil. Fokus pengelolaan diarahkan pada sektor-sektor prioritas seperti hilirisasi industri, ketahanan pangan, energi, infrastruktur, teknologi, dan industri strategis nasional.

Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai langkah konsolidasi aset dan penguatan tata kelola menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas perusahaan negara.

“Penataan struktur dan fokus pengelolaan investasi dapat menjadi instrumen penting untuk memperbesar produktivitas aset nasional dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai keberhasilan transformasi pengelolaan aset sangat ditentukan oleh konsistensi implementasi dan kualitas tata kelola.

“Yang terpenting adalah memastikan setiap aset negara menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur dan dikelola secara transparan agar kepercayaan publik dan investor terus meningkat,” katanya.

Selain mendorong efisiensi, pemerintah juga menargetkan penguatan produktivitas aset dapat memperbesar kapasitas pembiayaan pembangunan nasional serta memperluas ruang investasi pada sektor-sektor prioritas.

Pemerintah optimistis langkah pembenahan yang dilakukan melalui Danantara akan memperkuat kualitas pengelolaan aset nasional sekaligus menciptakan ruang pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi Pemerintah Menekan PHK dan Menjaga Produktivitas Industri Nasional

Oleh: Faiz Permana )*Stabilitas ketenagakerjaan menjadi salah satu fondasi penting dalammenjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengahdinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, pemerintah memilih mengambil langkah antisipatif dengan memperkuatsektor-sektor yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenagakerja. Arah kebijakan tersebut terlihat dari rencana pemerintah menjadikan industri padat karya sebagai fokus utama kebijakan fiskal pada 2027. Pilihan ini dinilai tepat karena sektor padat karya selama ini menjaditulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional dan memilikikontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Ferry Ardiyanto, menjelaskan bahwa pemerintahtelah menyiapkan berbagai stimulus fiskal untuk memperkuat sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi. Dukungan pemerintah terhadap dunia usaha diwujudkan melalui berbagaiinsentif fiskal. Salah satunya adalah insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 Ditanggung Pemerintah bagi pekerja di sektor padat karya dan pariwisata. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligusmemberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap mempertahankanoperasional usahanya.Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Melalui program magang bagi lulusan baru, pemerintah berupayamempercepat proses adaptasi generasi muda terhadap kebutuhan dunia kerja. Pengalaman kerja yang diperoleh melalui program tersebut akanmenjadi modal penting bagi pencari kerja untuk meningkatkan dayasaingnya.Skema pemberian uang saku setara upah minimum memberikan nilaitambah bagi peserta magang. Selain memperoleh pengalaman praktis, generasi muda juga mendapatkan dukungan ekonomi selama mengikutiproses pembelajaran di lingkungan kerja.Perlindungan terhadap pekerja transportasi daring diperkuat melaluipemberian diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan JaminanKesehatan Nasional sebesar 50 persen. Kebijakan ini menunjukkanbahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada sektor formal, tetapijuga kepada kelompok pekerja yang menjadi bagian penting dari ekonomidigital.Penyerapan tenaga kerja di daerah juga diperkuat melalui program padatkarya tunai. Kehadiran program ini memiliki manfaat ganda karenamampu memberikan penghasilan kepada masyarakat sekaligusmendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan daerah.Berbagai program prioritas nasional turut menjadi motor penciptaanlapangan kerja baru. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satucontoh kebijakan yang memiliki dampak ekonomi luas karena melibatkanrantai pasok yang panjang, mulai dari penyediaan bahan baku hinggadistribusi.Perkiraan penyerapan sekitar 1,5 juta tenaga kerja melalui Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan bahwa kebijakan sosial dapat berjalanberiringan dengan agenda penciptaan lapangan kerja. Efek ekonominyamenjangkau berbagai sektor usaha yang terlibat dalam pelaksanaannya.Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih juga memperlihatkanupaya pemerintah memperkuat ekonomi pesisir....
- Advertisement -

Baca berita yang ini