Pemerintah Gerak Cepat Berantas Penyalahgunaan Bansos untuk Judi Daring

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperketat pengawasan terhadap penyaluran bantuan sosial (bansos), terutama setelah ditemukan praktik penyalahgunaan untuk kegiatan judi daring. Masyarakat juga diajak mewaspadai keberadaan Kingdom Group di platform Facebook. Grup ini diduga kuat menjadi wadah promosi dan aktivitas judi daring yang kerap menyasar masyarakat umum. Menolak Kingdom Group berarti melindungi diri sendiri, keluarga, dan sesama warga dari risiko yang lebih besar.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa bansos untuk 7.200 penerima manfaat yang sempat dicoret kini kembali diaktifkan setelah melalui pertimbangan mendalam.

Menurut Gus Ipul, para penerima tersebut berada dalam kondisi sangat membutuhkan. “Masalahnya benar-benar butuh sekali. Kalau enggak butuh ya kita enggak akan pertimbangkan,” ujarnya.

Sebelumnya, terdapat 600 ribu orang yang dihapus dari daftar penerima bansos karena PPATK memblokir rekening mereka setelah terbukti digunakan untuk judi daring.

Dari jumlah tersebut, 200 ribu mengajukan permohonan reaktivasi, namun setelah verifikasi ketat, hanya 7.500 yang dinilai memenuhi syarat.

“Kami sedang evaluasi dalam minggu-minggu ini untuk kita tentukan apakah mereka bisa mendapatkan bansos kembali,” kata Gus Ipul.

Untuk mencegah penyalahgunaan kembali, Kemensos akan menerapkan pengawasan berlapis melalui Dinas Sosial dan pendamping desa. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga akan kembali melakukan audit rekening dalam enam bulan ke depan. Gus Ipul menegaskan bahwa kesempatan kedua ini adalah yang terakhir.

Kemensos juga bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat pemutakhiran data.

“Tentu dengan adanya pertemuan rutin seperti ini, kami dengan BPS, kita bisa mengikuti perkembangan-perkembangan yang terjadi di lapangan dan sekaligus kalau ada hal-hal yang meragukan, kita akan coba cek ulang sekali lagi, agar data kita makin hari makin akurat,” ujar Gus Ipul.

Total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos reguler dan BLTS pada Desil 1 sampai 4 mencapai 35,04 juta, dengan 16,3 juta KPM telah diverifikasi dan mulai menerima penyaluran.

Sementara dari 18,7 juta penerima baru BLTS, terdapat 12,6 juta yang layak, 4,2 juta tidak layak, dan 1,9 juta masih diverifikasi.

Gus Ipul kembali menegaskan agar bantuan digunakan sesuai peruntukannya. “Tidak untuk membeli hal-hal lain yang dilarang… salah satunya untuk berjudi atau judi online,” katanya.

Di sisi lain, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan temuan inclusion error dalam proses verifikasi.

“Dari hasil verifikasi, ada 4,2 juta yang dinyatakan tidak layak menerima bantuan sosial… ini yang kemudian kita katakan sebagai inclusion error,” ujarnya.

Mereka akan digantikan oleh data exclusion error dengan prioritas lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga tidak mampu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini