Putera Raja Salman Jadi Menteri Energi, Harga Minyak Dunia Meroket

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL - Perdagangan Asia per Senin 9 September 2019 pagi ini dibuka dengan hal yang mengejutkan. Harga minyak tercatat naik di pasar.

Diduga kuat, kenaikan harga minyak dunia ini adalah imbas dari diangkatnya Abdulaziz bin Salman, putera Raja Arab Saudi Salman sebagai menteri energi pada akhir pekan lalu, seperti dikutip dari Reuters.

Tercatat, minyak mentah berjangka Brent naik tujuh sen menjadi diperdagangkan di USD 61,61 per barel pada pukul 01.06 GMT (08.06 WIB), sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate Amerika Serikat diperdagangkan 20 sen atau 0,3 persen lebih tinggi pada USD 56,72 per barel.

Seperti diketahui, Raja Salman mengangkat puteranya, Pangerang Abdulaziz bin Salman sebagai Menteri Energi pada Minggu 8 September 2019 kemarin. Ia menggantikan menteri sebelumnya, Khalid Al Falih.

Pangeran Abdulaziz telah lama menjadi anggota delegasi Saudi untuk Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Dia membantu menegosiasikan perjanjian saat ini antara OPEC dan negara-negara nonOPEC termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, untuk memotong pasokan minyak mentah global guna mendukung harga dan menyeimbangkan pasar.

 

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini