Faktanya, Perempuan Lebih Peduli Kesehatan Dibanding Pria

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Dalam survei yang dilakukan perusahaan asuransi kesehatan Oscar Health di New York, AS menemukan fakta bahwa perempuan lebih menjaga dan peduli pada kesehatan dirinya dibanding laki-laki.

Oscar Health menganalisis 45 ribu pelanggan mereka yang sepanjang tahun datang ke klinik milik perusahaan tersebut. Hasilnya, 80 persen perempuan lebih banyak melakukan pemeriksaan kesehatan dibanding pria.

Tak hanya datang ke klinik lalu bertemu dokter. Perempuan yang menjadi sampel penelitian lebih memungkinkan mencari informasi kesehatan secara pribadi melalui media internet, seperti situs atau aplikasi.

“Salah satu bentuk kepedulian perempuan terhadap kesehatannya adalah dengan lebih banyak berjalan kaki dibanding pria,” ujar Co-Founder Oscar Health mengutip dari New York Post.

Dalam penelitian lainnya disebutkan dari total orang yang mengunjungi situs kesehatan, 70 persennya adalah perempuan. Informasi kesehatan yang paling sering dicari oleh perempuan adalah masalah kanker dan kehamilan.

Namun, di AS, jumlah perempuan yang mengalami masalah kesehatan juga besar. Kebanyakan, masalah kesehatan perempuan diawali dari depresi dan rasa cemas yang mendalam.

Ayo para lelaki, jangan sampai kalah sama perempuan. Kesehatan itu penting untuk diperhatikan. (Ryan)

Berita Terbaru

Hipertensi Lansia dan Pentingnya Deteksi Dini melalui CKG

Oleh : Ricky Rinaldi *)Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatanyang paling banyak dialami oleh kelompok lanjut usia di Indonesia. Penyakit inisering disebut sebagai “silent killer” karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi memiliki risiko serius terhadap kesehatan apabila tidak ditangani sejakdini. Pada kelompok lansia, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga penurunan kualitas hidup. Dalam konteks tersebut, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi langkah penting dalam memperkuatdeteksi dini dan pencegahan penyakit pada masyarakat usia lanjut.Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia membawa tantangan baru bagisistem kesehatan nasional. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik seseorangmengalami perubahan yang membuat risiko penyakit tidak menular semakin tinggi. Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling umum dialami lansia karenadipengaruhi oleh faktor usia, pola makan, aktivitas fisik, hingga kondisi psikologis.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunankesehatan harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini