Guru SD di Gowa Dikeroyok Kakak Beradik Siswanya, Netizen Emosi: Malu-maluin!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Warga net dihebohkan dengan aksi bar-bar kakak beradik dari salah satu siswa di SDN  Inpres Pa’bangngiang, Gowa, Sulawesi Selatan. Sebab dua perempuan tersebut mengeroyok wali kelas adiknya sendiri yang bernama Astiah.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Astiah yang mengenakan baju putih dengan kerudung berwarna merah muda tampak dipukul oleh dua perempuan secara bergantian. Parahnya, aksi tersebut dilakukan ruang kelas dan disaksikan oleh puluhan siswa.

Pengeroyokan yang terjadi pada Rabu, 4 September 2019 ini langsung dilaporkan ke Polsek Somba Opu, Gowa, SumSel. Kepada polisi, Astiah mengaku jika pengeroyokan ini terjadi lantaran tak terima dengan sikap Astiah yang mendamaikan perkelahian adiknya dengan siswa lain.

Keduanya meraasa kesal karena merasa adiknya diperlakukan tidak adil akibat berkelahi dengan teman kelasnya. Kedua pelaku datang ke sekolah bersama ibunya berinisial R untuk memprotes hukuman jewer terhadap adik mereka berinisial DH.

“Anaknya kemarin berkelahi dengan sesamanya siswa. Tapi ini orang tua tidak terima. Padahal sudah didamaikan,” ungkap Astiah saat melaporkan kasus pengeroyokan yang dialaminya di Polsek Somba Opu.

Akibat aksi tersebut, kedua pelaku pengeroyokan telah diamankan polisi. Sedangkan siswa yang terlibat perkelahian disebut tidak ikut dihukum oleh guru Astiah.

Melihat video yang beredar, netizen pun dibuat geleng-geleng kepala. Mereka menyebut aksi keduanya tak terpuji, apalagi dilakukan dihadapan anak murid lainnya.

“Kau buat lah sekolah sendiri,ajar sendiri.. Biar anak kau gk ada yg ganggu.. Paling2 juga anak kau yg berantem ama kau.. Gila. Malu2 in betul,” celoteh @de.ma**no.

“Itu murid2nya pada ngelindungin terus meluk ibu gurunya yaAllah. Muridnya aja ngga pada terima gurunya dibegitukan laporin aja itu wali murid yg main hakim sendiri…,” tulis @win**dy.km.

“Suruh ibu2 itu ajar anaknya sendiri, bikin raport sendiri, bikin ijazah sendiri, ujian sendiri.. Suruh tinggal di desa penari,” komentar @hafi**far.

“Mungkin anak tersebut berkelahi karena meniru perbuatan orang tua nya. Jadi jangan salahkan gurunya, tapi salahkan ortunya,” kata @rzkynr**mt_.

“Sya masih bingung, anaknya yang berkelahi sudah di kasih damai, Trus salah sih ibu guru ini apa kenapa dia jadi sasaran amukan sih ibu ?,” ujar @waw**_uno.

https://www.instagram.com/p/B2BJ9WXAJoNEvYgT4PMcXHcrlH0ee6uLhwW64I0/

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini