Menristekdikti Wajibkan Kampus di Indonesa Gunakan Motor Listrik, Minimal 20 Unit

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi mengenai penggunaan kendaraan listrik. Salah satu yang dilakukannya melalui peran Kemenristekdikti yang mendukung penggunaan motor listrik asal Indonesia, Gesits untuk digunakan oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Minimal setiap kampus memiliki 20 unit motor Gesits  di lingkungan kampusnya. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat. “Saya sudah perintahkan seluruh rektor perguruan tinggi Indonesia minimal 20 sudah beredar di masing-masing kampus di Indonesia,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis 5 September 2019.

Selain perguruan tinggi, Nasir juga berencana akan berharap pengadaan kendaraan untuk pejabat pemerintah nantinya menggunakan kendaraan listrik.

Nasir memperkirakan udara di kota besar Indonesia akan semakin membaik dalam 5 tahun mendatang. Tentunya itu harus didukung dengan peningkatan populasi kendaraan bertenaga listrik.

“Mudah-mudahan Indonesia dalam hal ini untuk menggunakan kendaraan listrik akan mengurangi polusi di kota-kota besar di Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan itu juga ditegaskan oleh Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang hadir dalam kesempatan sama. “Saya usul Presiden beberapa bulan lalu, mungkin tahun 2021 atau 2022 itu semua pengadaan untuk sepeda motor maupun mobil kalau daerahnya sudah siap barang wajib menggunakan motor dan mobil listrik,” katanya.

Berita Terbaru

Penguatan Resiliensi Media Dukung Ketahanan Nasional di Ruang Digital

Oleh: Nazira Billa Putri )*Transformasi digital telah membuka peluang besar bagi masyarakat untukmemperoleh informasi secara cepat dan luas. Di sisi lain, perkembangantersebut juga memunculkan tantangan berupa penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi yang semakin sulit dibedakan dariinformasi yang benar. Dalam situasi seperti ini, penguatan resiliensi media menjadi faktor penting untuk mendukung ketahanan nasional di ruangdigital sekaligus menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam membangunekosistem informasi yang sehat melalui penguatan peran media danpeningkatan kualitas layanan digital. Langkah tersebut menjadi bagiandari strategi nasional untuk memastikan ruang digital Indonesia tetapmenjadi sarana yang aman, produktif, dan mampu memperkuat persatuanbangsa di tengah derasnya arus informasi global.Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasidan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa pers memiliki posisistrategis sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi hoaks dandisinformasi. Menurutnya, media yang menjalankan fungsi jurnalistiksecara profesional menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitasinformasi yang beredar di tengah masyarakat.Fifi menilai kecepatan perkembangan teknologi tidak boleh mengurangikomitmen terhadap akurasi informasi. Karena itu, pemerintah bersamainsan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiapproduk jurnalistik tetap mengedepankan kepentingan publik sertamemberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Pendekatan tersebutmenjadi semakin penting ketika ruang digital dipenuhi arus informasi yang bergerak sangat cepat dan tidak seluruhnya melalui proses verifikasi.Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat,yang menilai pers tetap menjadi kebutuhan penting masyarakat di tengahledakan informasi digital. Menurutnya, informasi kini telah menjadikebutuhan mendasar sehingga masyarakat membutuhkan sumberinformasi yang dapat dipercaya sebagai rujukan dalam memahamiberbagai peristiwa.Di tengah meningkatnya volume informasi, keberadaan media profesionalmenjadi penentu kualitas ruang publik. Media yang mengedepankanprinsip verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab sosial akanmemperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mengurangi ruang bagiberkembangnya informasi yang menyesatkan.Upaya memperkuat ketahanan informasi juga didukung melalui berbagaiinovasi digital yang dikembangkan pemerintah. Pengakuan internasionalterhadap tiga inovasi Indonesia dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 menjadi bukti bahwa transformasidigital nasional semakin mampu menghadirkan solusi yang bermanfaatbagi masyarakat.Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai pencapaiantersebut menunjukkan kualitas inovasi digital...
- Advertisement -

Baca berita yang ini