Presiden: Aksi Massa Rusak Fasilitas Umum Rugikan Kita Semua

Baca Juga
MINEWS.ID, PURWOREJO – Presiden Jokowi menegaskan masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis dengan merusak fasilitas umum dan fasilitas publik, karena yang akan rugi kita semua. Dia menegaskan pendekatan keamanan di wilayah timur Indonesia itu akan dievaluasi.
“Karena kita semuanya akan rugi apabila ada fasilitas-fasilitas umum, fasilitas-fasiltas publik, masyarakat yang kita bangun bersama jadi rusak atau dirusak,” katanya menanggapi aksi anarkis di Papua, Kamis 29 Agustus 2019.
Presiden menegaskan pemerintah akan terus berkomitmen untuk memajukan Papua baik di bidang fisik maupun SDM agar Papua bisa lebih maju dan lebih sejahtera.
Dia minta Papua menjadi wilayah yang damai. Pemerintah juga akan mengevaluasi pendekatan keamanan di sana.

Jokowi juga menegaskan tetap mengupayakan bertemu dengan para tokoh muda, adat dan tokoh agama dari Papua dan Papua Barat.

Dia juga mengaku telah memerintahkan aparat keamanan untuk bertindak tegas kepada para pelanggar hukum di bumi Cendrawasih tersebut.
Sementara itu, aksi rusuh di Jayapura berhasil dihentikan pada pukul 18.30 WIT. Namun, aksi massa tersebut mengakibatkan kerusakan banyak fasilitas umum seperti kantor pemerintah maupun sarana bisnis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini