Ramai Tawaran Umrah Backpacker di Medsos, Begini Pencegahan dari Kanwil Kemenag DIY

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Ramainya tawaran umrah dengan metode backpacker yang baru-baru ini berseliweran di media sosial, membuat Kanwil Kemenag DIY angkat bicara. Hal itu menyusul dengan belum adanya regulasi dan jaminan jamaah selamat dalam perjalanannya.

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag DIY, Aidi Johansyah mengungkapkan pihaknya melakukan pencegahan sementara dan sedang menyisir akun-akun medsos yang menawarkan backpacker umrah.

“Karena khawatir ini akan merugikan masyarakat, kami bakal kerja sama dengan Polda DIY untuk menyisir akun medsos itu,” terang Aidi Johansyah, Senin 9 Oktober 2023.

Bukan tanpa alasan Kanwil Kemenag DIY melakukan langkah antisipasi ini. Pasalnya umrah non prosedural tanpa melalui PPIU atau panitia penyelenggara seperti umrah mandiri dan backpacker memunculkan segudang risiko. Bahkan besar kemungkinan merugikan jamaah.

Belum adanya aturan perjalanan tersebut, segaris dengan perlindungan jamaah yang tak terjamin. Bahkan potensi terlantarnya jamaah ketika tiba di tanah suci akan semakin membahayakan dirinya.

“Jika nanti sakit (jamaah) nanti siapa yang mengurus. Atau ketika berangkat dan sampai di sana terlantar. Jadi masih banyak masalah yang timbul jika seperti itu dan tentu tak ingin kami harapkan terjadi,” jelas dia.

Aidi juga menyebutkan bahwa dalam UU Nomor 8/2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah terdapat larangan bagi kelompok atau seseorang mengumpulkan hingga memberangkatkan jamaah tanpa memiliki hak sebagai PPIU.

Ancamannya bagi perseorangan yang mengumpulkan massa untuk berangkat umrah backpaker tanpa mengantongi hak PPIU bisa dikenai pidana.

Hingga kini, pihaknya belum menemukan jamaah yang menggunakan jasa umrah backpacker itu. Sejauh pengelolaannya yang menggandeng biro travel resmi yang sudah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag DIY ada 20 ribu jamaah yang telah berangkat ke Arab Saudi baik haji dan umrah.

Hingga kini, Kanwil Kemenag DIY juga masih mengawasi biro dan travel perjalanan ilegal yang ada di Jogja. Tercatat jumlah biro travel umrah dan haji yang resmi dan terdaftar PPIU di DIY mencapai 27 biro.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini