Ini Wajah Pelaku Penembakan Tempat Penitipan Anak yang Tewaskan 37 Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANGKOK – Pria mantan polisi, Panya Kamrab melakukan penyerangan brutal di tempat penitipan anak. Setidaknya ada 37 orang tewas dan mayoritas adalah anak-anak.

Sedikitnya ada 23 anak meninggal dari jumlah 37 korban jiwa. Penembakan itu terjadi di Kota Utthai Sawan. Ada juga korban yang dibunuh saat sedang tertidur. Korban yang mengalami luka-luka dirawat di rumah sakit distrik Nong Bua Lamphu.

Pria berusia 34 tahun itu dipecat dari kepolisian pada Juni lalu karena menggunakan narkoba. Tidak diketahui motif penyerangan tersebut.

Berbekal senapan, pistol, dan pisau, dia menyerang kamar bayi sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Setelah melakukan pembunuhan sadis, Kamrab melarikan diri menggunakan truk pick-up warna putih plat nomor Bangkok.

Kamrab melarikan diri ke rumahnya. Setibanya di rumah, dia menembak mati keluarga sebelum akhirnya bunuh diri. Thailand menempati peringkat sebagai negara Asia Tenggara dengan pembunuhan senjata tertinggi kedua setelah Filipina. Data itu dirilis oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di database Global Burden of Disease 2019 University of Washington.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini