Usai Heboh Abah Grandong Makan Kucing, Viral Lagi Bocah Cianjur Makan Ular hingga Ayam Hidup-hidup

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan seorang pria tua bernama Abah Grandong menyantap kucing hidup-hidup. Peristiwa mengerikan serupa kembali terjadi gaes.

Kali ini, seorang bocah 11 tahun asal Cianjur mendadak viral karena punya kebiasaan tak lazim, yakni makan ular dan anak ayam hidup-hidup. Anehnya, usai menggigit ular hingga anak ayam sampai mati, bocah tersebut kemudian tertawa puas.

Bocah bernama Rizki itu pun tak pelak membuat warga sekitar tempat tinggalnya gempar. Para tetangga kerap kehilangan hewan peliharaannya seperti anak ayam, anak bebek dan anak kucing. Ternyata, hewan-hewan itu disantap Rizki gaes!

Ibunda Rizki, Cucu (30 tahun) pun mengaku heran dengan kebiasaan sang anak yang muncul sejak usianya 6 tahun. Kata sang ibu, kebiasaan aneh itu muncul seminggu setelah ia mengalami demam dan kejang-kejang.

Setelah sakit, Rizki kerap ngamuk-ngamuk dan kemudian muncullah kebiasaan aneh menggigit binatang.

“Kalau menangkap kodok ia suka mendengarkan suaranya, setelah tidak bersuara kodok itu digigit, hingga kodok itu tak bersuara, setelah tak bersuara ia ketawa, dan setelah kodok itu mati ia membuangnya, begitupun pada binatang-binatang lainya seperti ular, anak ayam dan anak kucing,” kata si ibu.

Akibat perbuatan sang anak, Cucu pun sering merasa tak enak pada tetangga-tetangganya.

“Saya sering merasa bersalah jika ada tetangga yang datang bertanya apakah menemukan kucing, anak bebek, atau anak ayam mereka, karena kerap sekali anak saya menangkap hewan piaraan juga untuk ditarik-tarik hingga mati. Saya hanya bisa minta maaf kepada para tetangga saya,” kata Cucu.

Sang ibu pun mengaku tak bisa mencegah perbuatan Rizki. Sebab, sang anak bakal mengamuk jika keinginannya dihalangi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini