Cha Eun Woo akan Jadi Peran Utama dalam Drama Remake Webtoon ‘A Good Day To Be A Dog’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Panggilan jadi aktor terus berdatangan untuk Cha Eun Woo. Kini ia ditawari untuk memerankan karakter utama pria dalam drama baru dari remake Webtoon.

Melansir dari Allkpop, Cha Eun Woo dikabarkan akan berperan sebagai pemeran utama untuk drama remake dari webtoon populer yang berjudul ‘A Good Day To Be A Dog‘.

Menurut eksekutif industri hiburan, Cha Eun Woo telah berperan sebagai pemeran utama pria dalam drama tersebut. Jadi, sudah dikonfirmasi Eun Woo akan membintangi drama tersebut.

Judul dramanya diperkiraan akan sama persis seperti Webtoonnya. Dramanya akan menggambarkan kisah romansa Han Hae Na yang merupakan seorang wanita yang mewarisi kutukan besar.

Kutukan itu membuat dirinya berubah menjadi seekor anjing setiap kali dia berciuman dengan pria lain.

Webtoon ini telah mempertahankan ratingnya hingga 9,9 persen selama dua tahun dan menduduki peringkat sebagai salah satu webtoon top Naver. Sedangkan Cha Eun Woo sebelumnya sudah menerima banyak cinta untuk perannya dalam remake drama webtoon populer lainnya, seperti ‘My ID is Gangnam’ dan ‘True Beauty’.

Sementara itu, tak hanya tawaran main drama ini saja yang datang untuk sang bintang. Tapi belum lama ini juga dia ditawari untuk memerankan drama baru yang berjudulkan ‘This Relationship is Force Majeure’ (judul sementara).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini