Cuti ke Korea Selatan, Kapan Shin Tae-yong Balik ke Indonesia?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengambil cuti dengan pulang ke Korea Selatan. Kapan dia menginjakkan kaki di Tanah Air?

Shin Tae-yong mendapat cuti dari PSSI setelah menjalani jadwal yang ketat. Dia tampil mendampingi timnas U-19 dan U-23 tampil di beberapa kejuaraan.

Sudah sekitar satu bulan lebih di Korea Selatan, Shin Tae-yong akan kembali ke Indonesia bertepatan dengan HUT ke-77 RI pada 17 Agustus mendatang.

“Tanggal 17 Agustus dia sampai di sini. Liburnya ngapain saja (di Korea Selatan), tanya Shin Tae-yong saja,” ujar Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Setibanya di Indonesia, Shin Tae-yong akan melakukan persiapan termasuk menghadapi FIFA Matchday pada September mendatang dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2023.

Di FIFA Matchday, timnas Indonesia dijadwalkan berhadapan dengan Curacao yang ada di peringkat 84 FIFA. Sementara skuat Merah Putih di peringkat 155.

Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 akan digelar pada 14-18 September di Stadion Gelora Bung Tomo, Jawa Timur. Indonesia tergabung ke dalam Grup F bersama Vietnam, Hong Kong, dan Timor Leste.

Total ada 44 negara yang mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-20 2023, yang dibagi ke dalam 10 grup. Nantinya, semua juara grup dan lima tim runner-up berhak lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2023.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini