Ini Dia, 4 Kebiasaan Anak Muda yang Menimbulkan Penyesalan di Hari Tua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rasa penyesalan tentu selalu datang belakangan. Ada banyak kebiasaan yang selalu dilakukan oleh anak muda yang nantinya menimbulkan rasa penyesalan.

Kebiasaan adalah sesuatu yang menjadi kecenderungan karena dilakukan secara berulang dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hidup, ada dua kebiasaan yang muncul di tiap individu yaitu kebiasaan baik dan kebiasaan buruk.

Berikut adalah deretan kebiasaan yang selalu dilakukan oleh anak-anak muda, yang nantinya selalu menimbulkan rasa penyesalan di hari tua.

Malas membaca buku

Indonesia menjadi salah satu Negara yang masuk deretan darurat literasi, sebagian besar warga Indonesia memang tidak suka membaca buku, tak terkecuali bagi kalangan anak muda.

Padahal kegiatan membaca buku mempunyai segudang manfaat yang bisa kamu rasakan langsung, yaitu menambah pengalaman dan pengetahuan.

Terlalu sering overthinking

Sering overthinking justru akan membuat hidupmu terasa terbebani. Dengan beban yang kamu pikirkan ini, kamu jadi tidak memiliki hasrat untuk maju.

Banyak dari anak muda yang sering merasa rendah diri ketika melihat anak seusianya lebih sukses darinya. Mereka akan merasa sedih dan berakhir membanding-bandingkan dengan dirinya sendiri.

Padahal semua orang pasti punya waktunya masing-masing untuk sukses. Jadi, mulailah bergerak dan hentikan overthinking-mu itu.

Jarang bersosialisasi

Interaksi antar manusia atau bisa juga disebut sosialisasi sangat berpengaruh bagi kehidupannya. Hal itu karena manusia adalah mahluk sosial.

Kemampuan sosialisasi yang baik akan mengantarkanmu pada kehidupan yang dikelilingi oleh banyak orang. Semakin banyak orang yang kamu kenal, semakin banyak juga relasi yang bisa kamu dapatkan.

Tidak punya rencana untuk masa depan

Banyak anak muda yang hanya berleha-leha sepanjang masa mudanya. Menikmati masa muda dengan hanya mengikuti alurnya saja, tentu menjadi hal yang salah.

Hal yang seharusnya anak muda lakukan adalah mempersiapkan rencana untuk kehidupannya dimasa mendatang. Gunakan masa mudamu untuk sesuatu yang bermanfaat.

Masa depan yang baik adalah masa depan yang sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Untuk mencapai masa depan yang baik, kamu juga perlu melakukan habit yang baik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Relaunching AMANAH Hadirkan Program Inovatif, Dari Daur Ulang hingga Pelatihan Industri Kreatif

Oleh: Cintya Kusuma Hakim)*Relaunching AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat) yang dijadwalkan pada 23 April 2026 menjadi momentum penting dalam menghadirkan berbagai program inovatif berbasis kebutuhan generasi muda. Melalui rangkaian inisiatif seperti Future Leaders Bootcamp, pengembangan Galeri UMKM, hingga pameran produk daurulang di Ruang Inovasi, AMANAH tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitaspemuda, tetapi juga mendorong lahirnya ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Selainitu, pelatihan industri kreatif seperti teknik dasar menjahit turut memperkuat kesiapantalenta muda dalam memasuki dunia usaha, sekaligus menegaskan peran AMANAH sebagai motor penggerak transformasi ekonomi berbasis kreativitas di Aceh.Dalam konteks tersebut, berbagai program pengembangan pemuda yang telahberjalan sebelumnya perlu diperkuat, baik dari sisi kualitas pelatihan, jangkauanpeserta, maupun keberlanjutan dampaknya. Relauching AMANAH Aceh diharapkanmenjadi titik balik dalam merumuskan pendekatan yang lebih adaptif terhadaptantangan zaman.Salah satu inisiatif yang menonjol adalah penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp yang bertujuan mencetak pemimpin muda di bidang bisnis. Program yang diikuti oleh 26 anak muda Aceh ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapijuga membangun pola pikir kewirausahaan yang inovatif dan berorientasi global.Ketua Yayasan AMANAH, Dr Saifullah Muhammad menyampaikan pentingnyakehadiran AMANAH sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh. Bootcamp tersebut menekankan pentingnya membekali pemuda dengankemampuan kepemimpinan yang kontekstual. Saifullah menilai bahwa generasi muda Aceh memiliki potensi besar untuk menjadimotor penggerak ekonomi, asalkan diberikan akses dan pendampingan yang tepat.Lebih jauh, bootcamp ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemuda, mentor, danpelaku industri. Interaksi tersebut memungkinkan transfer pengetahuan yang lebihaplikatif dan relevan dengan kebutuhan pasar.Selain itu, pendekatan experiential learning yang digunakan dalam program inidiyakini efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan. Peserta tidak hanyabelajar teori, tetapi juga langsung dihadapkan pada simulasi dan tantangan nyatadalam dunia bisnis.Di sisi lain, penguatan program pemuda juga dilakukan melalui kerja sama denganinstitusi pendidikan tinggi. AMANAH menjalin komunikasi dengan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry untuk memperkuat pembinaan generasi muda.Dalam pertemuan tersebut, Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman mengungkapkanbahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan untukmenciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam halini dibutuhkan sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan. Kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan kurikulum berbasiskewirausahaan dan kepemimpinan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya siapsecara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan untuk berkontribusi secara nyata di masyarakat.Dalam konteks ekonomi, AMANAH juga menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan generasimilenial. Langkah ini menjadi relevan mengingat sektor ekonomi kreatif memilikipotensi besar dalam menyerap tenaga kerja muda.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menjelaskanbahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mengembangkan sektorekonomi berbasis kreativitas. Mereka melihat bahwa inovasi yang dihasilkan anakmuda dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga fasilitasiakses pembiayaan dan pemasaran. Hal ini penting agar...
- Advertisement -

Baca berita yang ini