Ketum PSSI Harap Trio Pemain Indonesia Tetap Main di Eropa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan berharap tiga pemain timnas Indonesia tetap melanjutkan karier di Eropa. Mereka adalah, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Bagus Kahfi.

Ketiga nama tersebut musim lalu tampil di Eropa. Egy bersama FK Senica (Slovakia), Witan dengan Lechia Gdansk (Polandia), dan Bagus bersama Jong Utrecht (Belanda).

Egy terpaksa meninggalkan FK Senica karena mengalami masalah finansial dan gajinya ditunggak. Alhasil, Egy memilih hengkang dan membatalkan kontrak yang masih tersisa satu musim.

Witan meninggalkan Lechia karena tak kunjung mendapatkan menit bermain. Sebelumnya, dia bermain bersama Egy di FK Senica dengan status pinjaman. Sementara Bagus dikabarkan akan membela klub Yunani, Asteras Tripolis.

“Bagi kami, federasi, makin banyak pemain di Eropa, semakin bagus. Saya harap mereka [Egy, Witan, dan Bagus] tetap bisa main di Eropa, karena untuk jadi pengalaman berharga untuk mereka,” ujar Iriawan.

“Saya belum tahu mereka akan lanjut ke mana, karena saya juga belum berkomunikasi lagi. Mungkin dalam waktu dekat saya akan hubungi mereka. Tetapi, saya berharap mereka tetap main di Eropa,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini